Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan memulai tahun ajaran baru pada Rabu (2/3/2022). Penghitungan harian Covid-19 di negara itu melonjak hingga hampir 220.000 kasus. Secara total, kasus Covid-19 di Korea Selatan mencapai 3.492.686 kasus. Meski demikian, sebagian besar sekolah tetap memilih kelas tatap muka pada Rabu.
Kementerian Pendidikan Korea Selatan, sejatinya, telah memberikan sekolah pilihan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh selama dua pekan pertama bulan Maret. Namun, beberapa lembaga pendidikan mengumumkan bahwa sekolah mereka tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk semester baru.
Sekolah yang tidak berada di bawah naungan dinas pendidikan daerah melakukan survei kepada orang tua untuk menanyakan apakah pembelajaran dilakukan secara daring atau tatap muka.
Sebelumnya, Kementerian telah mengumumkan sekolah dapat menyesuaikan kebijakan kehadiran mereka jika jumlah kasus harian yang terkonfirmasi melebihi 3 persen dari total siswa atau jika siswa yang menjalani isolasi Covid-19 melebihi 15 persen dari populasi.
βBerkat upaya dari anak-anak, orang tua dan fungsionaris, siswa dapat masuk kelas,β kata Menteri Pendidikan Korea Selatan, Yoo Eun-hye saat berkunjung ke Sekolah Dasar Jiphyeon, Sejong.
βSelama dua tahun terakhir menanggapi situasi Covid-19, sekolah cukup berpengalaman untuk menjalakan kelas dengan aman karena didukung oleh sistem pengendalian dan pencegahan penyakit menular,β sambungnya sebagaimana dilansir Korea Herald.
βKami menjalankan sistem tanggap darurat yang menghubungkan Kementerian Pendidikan dengan dinas pendidikan dan sekolah. Sekolah dapat berjalan secara fleksibel dan merespon secara efektif terhadap (risiko) penularan penyakit,β imbuhnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Kim Boo-kyum, mengingatkan semua pihak untuk menjaga angka kematian Covid-19 agar tetap rendah. PM Kim juga memastikan bahwa kapasitas medis nasional masih mencukupi jumlah pasien kritis maupun kematian akibat Covid-19.
Terakhir, Kim memperingatkan bahwa ada kemungkinan jumlah kasus harian meningkat seiring dengan dimulainya semester musim semi di taman kanak-kanak dan sekolah nasional. [Mohamad Deny Irawan]





















