Jenewa, Gontornews — Badan PBB untuk Urusan Pengungsi, United Nations High Comissioner of Refugee (UNHCR) mengidentifikasi 27.000 warga Ethiopia mengungsi ke Sudan. Eksodus puluhan ribu warga itu terkait dengan belum selesainya pertempuran sengit yang terjadi di Ethiopia dalam beberapa pekan terakhir.
UNHCR memprediksi jumlah eksodus pengungsi dari Ethiopia ke Sudan mencapai 4.000 orang per hari. Mereka mengidentifikasi wilayah Tigray sebagai lokasi eksodus. UNHCR juga menjelaskan bahwa tim lapangan mereka kewalahan dalam menangani eksodus tersebut.
“Orang-orang keluar dari Ethiopia dengan perasaan takut dan khawatir. Mereka bercerita bahwa mereka telah berhasil melarikan diri dari pertempuran sengit tanpa ada tanda-tanda pertempuran akan berhenti,” ungkap Jurubicara UNHCR, Babar Baloch, kepada Reuters.
Perdana Menteri Ethiopia, Aby Ahmed Ali, Selasa (17/11), mengatakan bahwa batas waktu bagi pemberontak untuk melakukan gencatan senjata telah berakhir.
Sejauh ini, Sudan telah menampung hampir 1 juta pengungsi termasuk mereka yang melarikan diri dari konflik serta kemiskinan di Chad, Eritrea, Republik Afrika Tengah dan Sudan Selatan.
“UNHCR memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan dengan skala penuh sedang berlangsung saat ribuan pengungsi melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray Ethiopia setiap hari, untuk menyelamatkan diri ke Sudan Selatan,” kata Baloch.
“UNHCR siap memberikan bantuan ke Tigray ketika akses dan keamanan memungkinkan,” imbuhnya.
Selain menyatakan keprihatinan terhadap pengungsian Tigray, Baloch juga menyatakan kerpihatinannya terhadap puluhan ribu pengungsi asal Eritrea di Ethiopia. UNHCR, sebut Baloch, mengatakan bahwa bentrokan telah terjadi di dekat suatu pemukiman. Namun, komunikasi yang buruk mempersulit upaya bantuan. [Mohamad Deny Irawan]






















