Tripoli, Gontornews — Lebih dari 20 warga sipil tewas dalam ledakan di sebuah toko amunisi di Kota Garabulli, sebelah timur Tripoli, Libya, Selasa (21/6).
“Jumlah korban meningkat dan kami bekerja keras untuk membawanya ke rumah sakit terdekat,” kata Mohamed Assayed, seorang pejabat kota mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“Sekitar 30 orang lainnya terluka,†tambahnya sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Belum jelas apa yang memicu ledakan itu terjadi.
Assayed mengatakan, toko berada di bawah kendali kelompok bersenjata dari Kota Misrata, tetapi kelompok itu telah meninggalkan depot setelah bentrok dengan warga setempat.
Seorang warga Garabulli, mengatakan bentrokan meletus menyusul sengketa di toko antara penduduk setempat dan anggota kelompok bersenjata yang menolak untuk membayar.
Libya terus dilanda kekacauan setelah jatuhnya Muammar Gaddafi lima tahun silam akibat invasi Amerika Serikat. Libya telah berubah menjadi medan pertempuran dari kelompok-kelompok yang ingin berkuasa.
Sementara itu tentara Libya sedang berjuang untuk mengamankan pangkalan militer dan membungkam kelompok-kelompok bersenjata, termasuk ISIS.
Kehadiran ISIS makin meluas di negeri itu. Kelompok ini diperkirakan memiliki sekitar 5.000 pejuang di Libya. [Rusdiono Mukri]





















