Teheran, Gontornews — Spesialis penyakit menular Iran memperkirakan 40 persen warga Teheran akan terinfeksi virus korona pada 20 Maret mendatang. Menurutnya, satu orang yang positif terinfeksi virus korona dapat langsung menularkan virus tersebut kepada empat orang yang berada di sekitarnya.
“Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada empat orang di saat yang bersamaan,” ungkap anggota Iran’s National Influenza Committe, Masoud Mardani, dalam media pemerintah Iran yang dilansir Anadolu.
Hamid Suri dari Pusat Anti-Corona Iran tidak sependapat dengan Mardani. Menurutnya, COVID-19 akan hilang pada akhir Maret jika pemerintah mengintensifkan penghentian di level yang sama.
Suri menambahkan bahwa wabah ini perlahan akan menghilang. Ia dan pemerintah juga menegaskan telah mempersiapkan sejumlah langkah efektif guna menurunkan tingkat infeksi yang terjadi.
Sejauh ini, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi 124 kematian akibat virus korona. Sementara itu, 1.234 kasus baru terkonfirmasi di Iran dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah total warga yang terinfeksi virus korona di Iran mencapai 4.747 kasus.
Untuk membatasi penularan, pemerintah mengambil sejumlah langkah seperti menutup semua sekolah dan perguruan tinggi. Pemerintah juga membatalkan semua acara olahraga dan melarang pejabat pemerintah meninggalkan negara itu.
Secara global, virus korona telah menewaskan lebih dari 3.300 orang dengan 97.000 kasus di 87 negara.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pun meminta semua negara untuk memprioritaskan penanganan virus mematikan ini. “Kita hanya bisa menyelamatkan kehidupan ini bersama-sama,” pungkas Tedros. [Mohamad Deny Irawan]






















