Murzuq, Gontornews — Sediktnya 40 orang tewas dalam serangan drone di sebuah pesta pernikahan di kota barat daya Murzuq. Serangan juga melukai puluhan orang lainnya.
Dikutip laman Aljazeera, pasukan yang setia pada Khalifah Aftar melancarkan serangan pada Ahad (4/8) saat acara pernikahan di Kota Murzuq berlangsung.
Korban tewas dan luka-luka adalah para tamu yang menghadiri pernikahan ketika serangan itu terjadi.
Sejak pasukan Khalifah Harun Haftar menyerang Ibukota, Tripoli 4 April lalu, telah menewaskan hampir 1.100 orang, kebanyakan warga sipil.
Sehari sebelum serangan pasukan Haftar di Murzuq, Pemerintah Libya yang diakui PBB untuk Persetujuan Nasional (GNA) telah menjatuhkan kendaraan udara tak berawak (UAV) milik pasukan Haftar.
Sementara itu, Utusan PBB Ghassan Salame telah mengusulkan untuk dilakukan gencatan senjata sebagai upaya menghormati liburan Muslim Idul Adha, yang akan dimulai sekitar tanggal 11 Agustus, dan menyerukan untuk memulai kembali perundingan.
Sebelumnya, Pada hari Jumat (2/8) Uni Eropa juga telah menyerukan pihak-pihak yang bertikai di Libya untuk membentuk gencatan senjata permanen dan kembali pada perundingan yang dipimpin PBB untuk mempersiapkan perdamaian dan pemulihan di negara itu.
Pada hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengenai situasi di Libya dan menyerukan gencatan senjata antara pihak yang bertikai.
Pembahasan mengenai Libya, menurut Kairo dan Paris adalah upaya dengan untuk mendukung rencana PBB dalam menerapkan gencatan senjata segera dan dialog baru antara Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj dan Haftar.[Devi Lusianawati]


















