Ankara, Gontornews — Hari ke-3 serangan yang dilancarkan Turki di perbatasan Turki-Suriah telah menyebabkan sebanyak 70 ribu warga Kurdi melarikan diri.
Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan, puluhan ribu orang telah melarikan diri lantaran kekerasan yang meningkat sejak Turki melancarkan operasi militernya ke Suriah utara sejak hari Rabu (9/10).
“Pemindahan massal terjadi di Provinsi Al-Hasakeh dan Al-Raqqa,” kata Juru Bicara Badan PBB itu di Jenewa, Aljazeera.
Selain itu, ia juga mengingatkan pihak-pihak yang bertikai bahwa PBB sangat membutuhkan akses untuk bisa menjangkau ke 650.000 orang di timur laut Suriah untuk memberikan bantuan makanan.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Kurdi mengatakan jika pihaknya tengah mengevakuasi kamp yang menampung 7.000 warga Suriah.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa Pemerintahan Otonom Kurdi di Timur Laut Suriah mulai mengevakuasi sebuah kamp yang menampung 7.000 orang terlantar untuk melindungi mereka dari penembakan Turki.
Kamp Mabroka, yang terletak sekitar 12 km (tujuh mil) selatan perbatasan, dihantam oleh penembakan “Yang merupakan ancaman langsung terhadap kehidupan lebih dari 7.000 orang yang kehilangan tempat tinggal,” kata pernyataan itu.
Selanjutnya warga sipil, nantinya akan dipindahkan ke sebuah kamp yang dikenal sebagai Arisha, yang terletak lebih jauh ke selatan di wilayah yang belum menjadi sasaran Turki.
Mengutip jumlah korban tewas, dikutip Anadolu, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan bahwa dalam operasi militer yang berlangsung hingga saat ini, pasukan Turki telah menewaskan sedikitnya 342 pejuang Kurdi. Sementara dari pihak Turki, sedikitnya empat tentara Turki juga tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi di Suriah utara.[Devi Lusianawati]





















