Lombok, Gontornews – Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sembilan kali gempa susulan terjadi pasca gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter melanda Lombok Timur, Ahad (19/8) malam. Gempa susulan yang terjadi berkekuatan di atas 5 Skala Richter dan terjadi hingga Senin (20/8) dini hari.
Sebagaimana dilansir laman BMKG, gempa susulan yang terjadi pada pukul 22:16:37 WIB berkekuatan 5,6 SR, pukul 22:28:59 WIB berkekuatan 5,8 SR, pukul 22:30:33 WIB berkekuatan 5.0 SR, pukul 22:45:58 WIB berkekuatan 5,0 SR, pukul 23:21:08 WIB berkekuatan 5.SR, pukul 23:37:38 WIB berkekuatan 5,5 SR, Senin (20/8) dini hari pukul 01:23:25 WIB berkekuatan 5,2 SR, pukul 04:21:51 WIB berkekuatan 5.0 SR dan pukul 04:50:01 WIB berkekuatan 5,2 SR.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sapto Purwo Nugroho mengatakan bahwa gempa Lombok pada Ahad (19/8) telah mengakibatkan pemadaman listrik PLN di seluruh wilayah Lombok, kebakaran pemukiman di Desa Bungin, Pulau Bungin, Sumbawa, jalan retak di pelabuhan Kayangan, Lombok Utara dan longsor di perbukitan. Bukan hanya itu, Sapto juga melansir ada 2 orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan pasca gempa 7,0 SR.
“2 orang tewas (1 di Lombok timur, 1 di Sumbawa Besar) tertimpa bangunan roboh dan banyak rumah rusak akibat gempa 7 SR pada 19/8/2018 pukul 21:56 WIB. Listrik masih padam. Sudah terjadi 7 gempa susulan dirasakan (lebih dari 5 SR) pasca gempa 7 SR yang mengguncang Lombok,” kata Sapto melalui akun twitternya, @Sutopo_PN
“BMKG melaporkan gempa 6,9 SR (bukan 7SR) yang terjadi pada 19/08/2018 pukul 21:56 WIB adalah aktifitas gempa baru. Bukan gempa susulan dari gempa 7SR yang terjadi pada 5/8/2018. Sumber gempa dari sesar Naik Flores, Intensitas gempa dirasakan di Lombok Timur dan Lombok Utara VI-VII MMI,” pungkas Sapto. [Mohamad Deny Irawan]





















