Kairo, Gontornews — Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Kairo, Mesir, menggagas pembuatan buku IKPM Lintas Negara, Selasa (10/3). Inovasi ini diharapkan menjadi media informasi bagi alumni dan santri seputar kiprah alumni Gontor di berbagai negara serta informasi perkuliahan.
Dalam prosesnya, IKPM Kairo akan menggandeng IKPM cabang di 19 negara di dunia. Mereka berharap pembuatan direktori alumni Gontor di luar negeri ini dapat mempererat hubungan antar IKPM yang terlibat.
“Tujuan pembuatan buku ini, pertama, sebagai ajang silaturahim antar IKPM Luar Negeri. Karena dulu pernah dengar, kalau orang Gontor sudah di luar seperti halnya butiran tasbih yang terlepas. Karenanya, ini merupakan tugas IKPM untuk menyatukan butir-butir tasbih yang terlepas,” ungkap pembimbing IKPM Kairo, Bana Fatahillah, sebagaiamana dilansir Gontornews.com dari website Ikpm Kairo.
Lebih lanjut, Alumnus Gontor 2014 asal Depok tersebut juga menilai bahwa IKPM cabang di luar negeri memiliki semangat juang yang tinggi. Ia menyebut kreativitas dalam pembuatan konten-konten yang dikembangkan di media sosial.
“Ibarat main bola, kita itu satu tim dan sudah tidak bisa main-main sendiri. Melalui buku ini, kita dapat memperkenalkan IKPM Luar Negeri kepada alumni dan juga para santri Gontor,” imbuh putra cendekiawan Muslim, Adian Husaini, tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ketua IKPM Kairo, Adam Huda Haqiqi, merespon ide ini dengan positif. Menurutnya, ide pembuatan buku ini selaras dengan AD/ART PP IKPM.
“Sebagai alumni, bentuk pengabdian kita kepada masyarakat tidak melulu dengan mengajar. Melalui penerbitan naskah ini, dapat juga diartikan sebagai pengabdian kepada pondok,” ujar Adam Huda Haqiqi.
Ide pembuatan buku ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan sinergitas antara alumni Gontor di Luar Negeri.
“Sebuah keharusan bagi setiap individu untuk memberikan kontribusi terbaiknya agar jejak alumni Gontor di seluruh dunia semakin terlihat dan bisa menebarkan manfaat lebih luas,” pungkas tim penyusun buku IKPM Lintas Negara, Adrian Calvin. [Mohamad Deny Irawan]



















