Harare, Gontornews — Sekitar 131 orang meninggal akibat wabah malaria di Zimbabwe, Sabtu (18/4). Wabah yang disebabkan oleh nyamuk tersebut juga menginfeksi lebih dari 135.000 warga di negara yang terletak di Selatan Afrika tersebut. Selain wabah malaria, Zimbabwe juga dihantam virus yang menggegerkan dunia, COVID-19.
“Angka kumulatif penularan malaria adalah 135.585 kasus dengan 131 kematian. Total 201 kasus wabah Malaria dilaporkan dari wilayah Manicaland, Masvingo dan Mashonaland East. Sementara 90 kasus wabah lainnya berhasil dikendalikan,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Zimbabwe yang dilansir Anadolu.
“Pekan ini, 18.690 kasus infeksi dan 17 kematian akibat malaria dilaporkan. Dari kasus-kasus yang dilaporkan, 1935 kasus berasal dari anak-anak di bawah usia lima tahun,” tambah keterangan Kementerian Kesehatan.
Sebagaimana diketahui, prosentase penularan malaria di Zimbabawe berkurang dari 155 kasus per 1.000 warga menjadi 22 kasus per 1.000 warga. Salah satu faktor pengurangan ini adalah kuatnya dana kesehatan yang digelontorkan oleh Pemerintah dalam memerangi wabah malaria.
Akan tetapi, Pemerintah juga menghadapi permasalahan ekonomi yang cukup serius. Akbatnya, sistem pelayanan kesehatan di negara tersebut memburuk dan berimbas pada peningkatan pasien malaria.
Selain malaria, Pemerintah Zimbabawe juga dipusingkan dengan pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Sejauh ini, wabah asal Wuhan tersebut telah menginfeksi 24 orang dengan tiga orang di Zimbabawe dinyatakan tewas.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, melansir bahwa COVID-19 telah menginfeksi 2.241.359 kasus dan membunuh 152.551 warga dari 213 negara di dunia. [Mohamad Deny Irawan]






















