Accra, Gontornews — Jalan-jalan di Kota Accra, Ghana, tampak menggeliat penuh dengan kehidupan pada hari Senin (20/4), sehari setelah Presiden Ghana Nana Akufo-Addo mengumumkan berakhirnya penguncian tiga pekan di sekitar ibukota dan Kota Kumasi.
Sejumlah warga Ghana merasa lega bisa kembali bekerja. Sementara yang lain merasa resah setelah negara itu menjadi yang pertama di Afrika yang membuka kuncian coronavirus.
Jemima Adwoa Anim sangat gembira bisa kembali menjajakan dagangannya ketika para pejalan kaki dan mobil-mobil kembali memenuhi distrik pusat bisnis Accra.
“Ini sangat melegakan. Kami memiliki pemerintahan yang mendengarkan (rakyat),” katanya seperti dikutip Aljazera dari kantor berita AFP.
“(Penguncian) itu seperti situasi perang. Kami tidak punya uang dan kami tidak bisa keluar untuk bekerja untuk mendapatkan uang tunai. Tuhan memberkati presiden kita.”
Ghana sejauh ini mengonfirmasi 1.042 infeksi virus corona, dengan sembilan kematian.
Negara berpenduduk sekitar 30 juta ini telah melakukan pengujian dan memeriksa lebih dari 68.000 sampel.
Presiden Akufo-Addo mengumumkan pencabutan pembatasan dalam pidato televisi pada hari Ahad (19/4) malam. Ia mengatakan, keputusan diambil “mengingat kemampuan kita untuk melakukan pelacakan kontak orang-orang yang terinfeksi, peningkatan kemampuan kita untuk menguji, serta peningkatan jumlah pusat perawatan dan isolasi.”
“Keputusan untuk membatasi pergerakan ini telah menyebabkan sejumlah kesulitan besar bagi kita semua di seluruh negeri, terutama bagi kaum miskin dan rentan,” katanya.
Namun, di sekitar ibukota, ada banyak kritik atas keputusan untuk mengurangi pembatasan.
“Ini benar-benar konyol. Bagaimana mungkin?” tanya siswa 20 tahun Francis Collison.
“Kami baru saja mencatat lebih dari 1.000 kasus positif COVID-19 dan tiba-tiba presiden memutuskan untuk mencabut penguncian sebagian.”
Penjaga toko Rita Baido bersikeras dia tidak senang dengan keputusan itu tetapi “tidak punya pilihan” selain membuka tokonya dan mencoba menghasilkan uang di Mallam, pinggiran Accra.
“Tidak mudah di dalam ruangan, tetapi saya pikir itu adalah solusi terbaik untuk menjaga kita tetap aman,” katanya.
Akufo-Addo mengatakan masyarakat diminta memakai masker ke mana pun pergi untuk membantu mengendalikan penyebaran virus. []

![Ghana sejauh ini mengonfirmasi 1.042 infeksi virus corona, dengan sembilan kematian. [Reuters]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/Ghana.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)






















