Jenewa, Gontornews — Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari kata selesai. Menurut Tedros, COVID-19 masih mengganggu sistem pelayanan kesehatan secara normal serta menyebabkan imunisasi bagi anak-anak di sejumlah negara miskin terhambat.
“Kita masih memiliki jalan panjang di depan dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Tedros sebagaimana dilansir Reuters.
Tedros menambahkan bahwa gelombang COVID-19 kedua dapat dicegah dengan cara penanganan yang tepat.
Sejak muncul di Wuhan awal tahun ini, COVID-19 telah menginfeksi 2,97 juta orang serta merenggut 205.948 nyawa di seluruh dunia.
Di lain sisi, Tedros menyoroti program vaksinasi bagi seluruh anak-anak di dunia sekalipun COVID-19 tidak berisiko bagi anak-anak.
“Anak-anak mungkin berisiko rendah dari penyakit serta kematian akibat COVID-19. Tetapi, anak-anak berisiko tinggi terkena penyakit lain yang sejatinya dapat dicegah melalui vaksin,” ujar Tedros.
WHO melansir 13 juta anak di dunia terkena dampak oleh keterlambatan pemberian imunisasi secara rutin. Sebut saja vaksinasi polio, campak, kolera, hepatitis, meningitis hingga malaria. Ia pun mencontohkan meningkatnya kasus malaria di Afrika.
“Jumlah kasus malaria di Afrika sub-Sahara dapat berlipat ganda,” ujarnya.
“Seharusnya itu tidak mesti terjadi. Kami bekerja dengan negara-negara untuk mendukung mereka,” pungkas Tedros. [Mohamad Deny Irawan]






















