Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol mengumumkan pemulihan kondisi fase empat pasca penguncian COVID-19. Langkah ini dikeluarkan seiring dengan turunnya jumlah kematian harian COVID-19, Selasa (28/4), yang mencapai 301 orang. Angka ini kurang dari seprtiga rekor tertinggi korban tewas akibat COVID-19 di Spanyol 950 kasus kematian pada awal April lalu.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan bahwa penguncian wilayah yang telah berlangsung sejak 14 Maret telah melumpuhkan perekonomian. Pemerintah, sebut Sanchez, bersiap untuk melonggarkan penguncian wilayah secara bertahap pada 4 Mei mendatang.
Pada tahap ini, Spanyol berencana untuk membuka bar, mengizinkan masyarakat untuk kembali bersosialisasi hingga mengizinkan keluarga menghadiri pemakaman. Tentunya, dengan lingkup yang lebih kecil dan terbatas.
Akan tetapi, pemerintah tetap menganjurkan para karyawan untuk melakukan kerja jarak jauh.
Otoritas lokal akan melakukan pemantauan wilayah secara intensif untuk mengajukan proses pemulihan. Namun, Kementerian Kesehatan Nasional lah yang pada akhirnya memutuskan apakah sebuah provinsi dapat mengalami pemulihan atau tidak.
“Kami mulai melihat hasil yang akan menjadi hadiah besar dari upaya kolektif dalam beberapa pekan terakhir,” ungkap Sanchez sebagaimana dilansir Reuters.
“(Tetapi ingat) virus masih terus mengintai,” imbuhnya.
Pemerintah Spanyol, sebut Sanchez, belum dapat menentukan kapan tanggal dan waku yang tepat untuk melonggarkan penguncian wilayah. Upaya ini karena pemerintah masih mengkhawatirkan sekaligus memantau kondisi COVID-19 yang terus berubah-ubah.
Dalam catatan John Hopkins University, Spanyol telah mengonfirmasi 232.128 kasus infeksi dengan 23.822 kasus kematian. [Mohamad Deny Irawan]






















