Teheran, Gontornews — Pemerintah Iran bersiap mengerahkan seluruh kekuatan militernya untuk memerangi koloni belalang yang menginvasi wilayah selatan, Jumat (15/5). Kementerian Pertanian Iran menjelaskan koloni belalang berisiko merusak tanaman senilai 7 miliar dolar AS atau setara dengan 40 triliun rupiah.
Invasi belalang yang melanda negara minyak itu menjadi yang terparah dalam beberapa dekade terakhir. Terkhusus dalam beberapa waku terakhir saat Iran dihantam virus korona yang menghantam sektor ekonomi Iran.
Jurubicara Organisasi Perlindungan tanaman (Plant’s Protect Organization/PPO), Mohammad Reza Mir, mengatakan belalang gurun menyerang lebih 200.000 hektar lahan pertanian di 7 provinsi di Iran.
Mir menambahkan kerusakan yang disebabkan belalang gurun mungkin akan meningkat hingga satu juta hektar dalam waktu dekat. Salah satu daerah paling terdampak invasi belalang adalah wilayah perbatasan Iran-Pakistan dan perbatasan Iran-Irak.
“Pihak militer berjanji untuk membantu kami dalam memerangi belalang gurun termasuk penyediaan kendaraan segala medan untuk digunakan di daerah yang sulit diakses,” kata Mir.
“Tahun lalu, militer menyediakan personel dan kendaraan dan itu sangat membantu,” imbuhnya sebagaimana dilansir Reuters dari ILNA.
Bulan lalu, Kepala PPO, Mohammad Reza Dargahi, menjelaskan koloni belalang mengancam pemasukan negara hingga 1.250 triliun riyal (440 triliun rupiah).
Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB memperkirakan kerugian pertanian di negara tetangga seperti Pakistan juga besar. Mereka menaksir kerugian Pakistan bisa mencapai 2,2 miliar dolar untuk periode tanam di musim dingin. [Mohamad Deny Irawan]






















