Uji cepat itu merupakan arahan langsung dari Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purnawirawan) Budi Gunawan, untuk memutus rantai penularan Covid-19. Uji cepat diiringi uji usap sejak 29 Mei dan direncanakan berakhir sampai 15 Juni 2020.
“Untuk yang reaktif sampai 9 Juni ini sudah 2.150 orang, mereka lalu melanjutkan dengan menjalani uji usap. Artinya angka reaktif ini sekitar 13,35 persen dari jumlah peserta uji cepat, hasilnya sebanyak 651 orang dinyatakan positif Covid-19,” katanya.
Total yang positif Covid-19 hasil dari tes jika dipersentasekan maka didata sekitar 27,5 persen dari jumlah yang sudah diuji usap dinyatakan positif Covid-19.
Gelaran uji cepat massal COVID-19 secara maraton di Surabaya itu, kata dia, mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan di Surabaya.
Ketua PC NU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri, menyebut uji cepat ini bermanfaat luar biasa untuk warga di tengah angka kasus positif yang terus meninggi dan masuk dalam zona merah.[DJ]





















