Makassar, Gontornews – Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan hadirkan rumah singgah pasien Tubercolosis – multi drug resistence (TB-MDR) di rumah sakit Labuang Baji, Makassar. Kepala program TB-HIV Care Aisyiyah, Junaeda Rasyad menyebut kehadiran rumah singgah pasien TB-MDR merupakan hasil kerjasama jajarannya bersama komunitas masyarakat peduli (KMP) ASA TB-MDR Asa.
“Rumah singgah ini akan dikelola langsung oleh KMP ASA TB-MDR, yang telah dibentuk dan bekerja dalam beberapa bulan ini secara mandiri, alhamdulillah berkat usaha dan kerja keras sekarang kita sudah ada shelter yang siap ditempati untuk aktivitas pasien singgah,” kata Kepala Program TB-HIV Care ‘Aisyiyah, Junaeda Rasyad, saat membawakan testimoni peresmian di Makassar, Rabu (11/01/2017).
Keberadaan rumah singgah ini dinilai Junaeda, sangat bermanfaat karena pasien TB-MDR memiliki keharusan untuk datang ke rumah sakit setiap hari untuk menerima penanganan lanjutan. Junaeda menambahkan, mayoritas pasien TB-MDR berasal dari kalangan kurang mampu, yang dianggap tidak mampu menyewa penginapan di Makassar.
secara teknis, rumah singgah bagi pasien TB-MDR ini merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Sulsel dan ‘Aisyiyah yang operasionalnya dilakukna secara swadaya antara pengelola program TB Care dan KMP TB-MDR Asa.
Sementara itu, Ketua PWA Sulsel, Nurhayati Azis menjelaskan bahwa kehadiran tempat singgah ini merupakan bagian dari aksi sosial ‘Aisyiyah. Selain itu tempat singgah bagi pasien TB-MDR, ‘Aisyiyah juga aktif untuk program kesehatan reproduksi, serta program mampu.
“Apresiasi besar untuk shelter TB-MDR ini karena secara nasional kita di Sulsel adalah yang kedua setelah Jawa Barat. Kita bangun semangat untuk mengembangkannya, karena yang tidak ada saja diperadakan apalagi yang sudah ada,” ujarnya.
Diakhir acara peresmian, Nurhayati berpesan, kepada KMP TB-MDR pengelolaan shelter untuk dikelola secara cerdas, ikhlas dan berorientasi pada kemanusiaan. Mohamad Deny Irawan




















