pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 16 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Pandemi Mengubah Budaya Belajar Mengajar

Oleh Dedi Junaedi, Dosen Ekonomi Islam IAI-N Laa Roiba Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
14 August 2020
in Kolom
0
Pandemi Mengubah Budaya Belajar Mengajar

Memasuki pertengahan Agustus 2020, pandemi Covid-19 telah menyentuh lebih dari 21 juta kasus dan 760 ribu kematian. Mereka berasal dari 213 negara di lima benua. Satu kondisi yang terbilang mengerikan dari sisi jumlah dan cakupan wilayah wabah. Pandemi juga telah berdampak luar biasa bagi perekononiam dunia dan negara-negara terdampak. Ancaman resesi bahkan depresi sudah di depan mata. Hatta negara sekuat Singapura, Korea Selatan, AS pun sudah merasakannya.
Bagaimana dengan Indonesia? Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani sudah menyampaikan kondisi faktualnya. Dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi nasonal mengalami kontraksi luar biasa. Keduanya minus, bahkan angka kuartal II sudah -5,2%. Sementara gelombang pertama pandemi belum selesai, gelombang kedua sudah menerjang seperti gelombang. Tak kurang dari Presiden Jokowi sendiri menyatakan: ngeri dan khawatir (Detikcom, 9/7/2010).
Bagaimana dengan pendidikan? Imbasnya sudah dirasakan oleh peserta didik (siswa dan mahasiswa), orangtua peserta didik, para pendidik (guru dan dosen), hingga lembaga pendidikan (mulai dari TK, SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi). Semua ikut sibuk dan repot dengan pembelajaran daring (online). Bagi mereka yang tinggal di perkotaan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak banyak mengalami kendala. Tetapi, bagi wilayah perdesaan dan terpencil, atau kalangan yang gaptek atau belum mampu mengakses perangkat internet dan media cyberspace, e-learning masih menjadi tantangan besar nan memberatkan.
Namun begitu, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Begitu pun dengan pandemi coronavirus. Terlepas dari hal-hal negatif, yang dirasakan dan dikeluhkan masyarakat, pandemi sejatinya telah membuka banyak harapan dan peluang baru. Wabah ini telah memaksa orang untuk mengubah cara dan budaya belajar di tanah air. PJJ atau e-learning tiba-tiba menjadi pilihan dan kebutuhan. Tak hanya di perkotaan, melainkan juga pelosok tanah air. Kebijakan social distancing dan work from home, baik selama PSBB maupun masa transisi seperti sekarang, mengharuskan anak-anak tetap belajar dari rumah.
Sebelum ada pandemi coronavirus, tak pernah terbayang e-learning dapat berlaku masal dan massif di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kini, pembelajaran online bahkan juga telah menjadi kebutuhan orang tua. Khususnya orang tua/wali siswa di pendidikan dasar dan menengah. Mereka dipaksa keadaan untuk terlibat mengawal anak-anaknya belajar dari rumah. Tak sedikit orang tua terpaksa harus belajar berbagai aplikasi e-learning, dengan segaka konsekuensinya. Jika orang tua abai, PJJ sulit dapat berjalan baik, lancar dan efektif. Sementara itu, bagi orang tua dari mahasiswa umumnya tak lagi direpotkan oleh hal-hal teknis. Mereka, boleh jadi, hanya direpotkan oleh kenaikan biaya koneksi internet dan perangkat media daringnya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, pun mengakui adanya situasi yang memaksa. Dalam acara Mata Najwa (5/8/2020), Nadiem mengatakan: β€œpembelajaran jarak jauh bukan kebijakan yang kami inginkan. Kami terpaksa melakukan PJJ.’’ Maka, dia mafhum bila banyak pihak ikut terdampak. Keadaan telah memaksa mereka harus beradaptasi terhadap format pembelajaran yang berbeda total dari kebiasaan atau kondisi normalnya.
Di mata Mendikbud Nadiem, adanya pandemi yang mengakibatkan krisis kesehatan memberikan dua pilihan: masih ada pembelajaran walaupun diakui tidak optimal, atau tidak ada pembelajaran sama sekali. Masalahnya, jika pembelajaran dihentikan akan memberikan risiko yang sangat besar bagi negara dan bangsa.

Sebagai sampel, untuk sekadar ilustrasi adanya perubahan budaya pembelajaran di lingkup perguruan tinggi, hasil riset berikut dapat mengungkap fakta lapangannya. Penelitian Farah Chalida, Mia Hermaliana dan Siti Aminah (Jurnal Reslaj Vol 1 No 1, Agustus 2019) menemukan literasi e-learning dari dosen dan mahasiswa di IAI-N Laa Roiba Bogor, masih di bawah 10%. Enam bulan kemudian, setelah adanya pandemi Covid-19, literasi e-learning sudah mencapai 91%. Jika sebelum pandemi, dosen baru memperkenalkan konsep e-learning sebatas penggunaan google classroom. Kini, civitas akademika kampus ini sudah memiliki banyak media pilihan. Menurut Survey LPPM Laa Roiba Juli-Agustus 2020, yang paling popular adalah kombinasi antara google classroom & zoom meeting (31%) serta google clasroom & google meet (20%). Sementara google classroom dipilih oleh sekitar 13,5% responden. Sisanya, menggunakan wag (10%), zoom (7.2%), e-mail/mailing-list (5%), medsos (3,6%), dan lainnya (9,7%).

Survey tersebut juga mengungkap 93% responden mengetahui e-learning dapat menjadi sarana belajar yang baik untuk mengatasi kendala tempat dan waktu. Kemudian, ada 89% mengaku senang belajar dengan e-learning. Tetapi, baru 59% responden yang menyadari e-learning dapat menjadi sarana pembelajaran yang murah dan efektif. Sekitar 90% responden mengaku untuk aktivitas e-learning, mereka harus menambah biaya koneksi internet sekitar Rp 50-100 ribu. Dan, 79% civitas akademika setuju e-learning diberlakukan selama pandemi.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darunnajah, Dr KH Sofwan Manaf, mengakui pembelajaran daring dapat digunakan untuk meningkatkan sisi kognitif siswa. Namun, belum menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Setidaknya, permasalahan ini dialami oleh Ponpes Darunnajah Jakarta (Majalah Gontor, Agustus 2020). Untuk alasan itulah, sejumlah pondok pesantren di Indonesia memilih kembali menerapkan pembelajaran tatap muka pada masa transisi menuju new normal.
Seperti banyak disoroti media massa, kalangan pondok pesantren terbilang berani ambil risiko. Sejumlah pondok, akhirnya memilih untuk mengaktifkan kembali kegiatan mondok bagi para santrinya. Salah satu contohnya Pondok Modern Gontor, dengan 21 kampus yang disebar di 21 provinsi di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sempat diharu biru oleh adanya kasus positif di kampus Gontor 2 di Ponorogo, Jawa Timur, kini semuanya sudah dinyatakan sembuh. Mereka — dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan — kembali dapat beraktivitas bersama teman-temannya di pondok. Disaksikan oleh banyak pihak, termasuk unsur pimpinan pemerintahan daerah setempat, sudah ada deklarasi seluruh santri Gontor bebas covid-19 pada 4 Agustus 2020 (Gontornews, 3/8/2020).
Cara daring atau tatap muka, kegiatan belajar memang harus berlanjut. Waktu dan kesempatan membina generasi masa depan akan hilang jika kegiatan belajar mengajar terhenti karena alasan Covid-19 masih mewabah. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, ikut mendorong negara-negara terdampak untuk kembali membuka aktivitas sekolah. Dia khawatir, penutupan sekolah dan aktivitas pendidikan dapat mengancam kualitas generasi masa depan. Menurutnya, ada lebih dari 1 miliar siswa dari 160 negara di dunia terpengaruh oleh kebijakan lockdown. Sementara 40 juta siswa lainnya berpotensi mengalami ketinggalan pembelajaran di sekolah (Reuters, 4/8/2020).
Sejatinya, menjamin keberlanjutan kegiatan belajar mengajar adalah bagian amanah pembangunan nasional dan konstitusi negara. Bukankah tujuan pendidkan nasional, sebagaimana diamanatkan oleh UUD ’45 dan UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Dalam konteks agama, kegiatan pendidikan adalah amanah dari maqashid syariah (tujuan diturunkannya syariat agama), yaitu, menjaga lima maslahat: agama, jiwa, keturunan, akal dan harta. Terutama maslahat agama, maslahat jiwa (kesehatan), maslahat keturunan (untuk menyelamatkan generasi), dan maslahat akal (membina kecerdasan).
Akhirnya, agar siswa dan mahasiswa Indonesia dapat merdeka belajar, semua pemangku kepentingan pendidikan nasional dituntut bahu-membahu bersinergi sehingga mampu menghadirkan sistem dan model pembelajaran daring yang terjangkau semua pihak, serta dapat berjalan secara efektif dan efisien.

BACA JUGA

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Tags: Belajar MengajarBudayaMengubahPandemi
Share113Tweet71Send
Previous Post

Politisi Palestina Kecam Normalisasi Hubungan Diplomatik UEA-Israel

Next Post

Bela Palestina: Turki Pertimbangkan Tarik Dubes dari UEA

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

15 August 2026
Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

15 August 2026
PP IKPM Gontor Hadiri Pelantikan IKPM Gontor Demak dan Konsolidasi ke Area Jawa Tengah

PP IKPM Gontor Hadiri Pelantikan IKPM Gontor Demak dan Konsolidasi ke Area Jawa Tengah

15 August 2026
Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

15 August 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result