Beirut, Gontornews — Lebanon harus diisolasi selama dua pekan setelah terjadi lonjakan kasus infeksi COVID-19, kata Menteri Kesehatan Pemerintahan Sementara Lebanon, Hamad Hassan, seperti dikutip pada hari Senin (17/8).
“Kami hari ini menyatakan keadaan siaga umum dan kami membutuhkan keputusan berani untuk menutup (negara) selama dua pekan,” kata Hamad Hassan kepada radio Voice of Lebanon.
Arabnews.com merilis, Lebanon mencatat 439 kasus baru virus korona dalam 24 jam pada hari Ahad (16/8). []




















