Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia, Senin (18/1/2021), meluncurkan paket stimulus ekonomi tambahan sebesar 15 Miliar Ringgit atau setara 52,2 Triliun Rupiah. Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengonfirmasi kebijakan tersebut demi mendukung ekonomi yang terdampak pandemi serta penanggulangan Covid-19.
Sebagai informasi, pekan lalu, Malaysia mengumumkan status darurat Covid-19. Melalui pemberlakuan status darurat tersebut, Malaysia melarang warganya untuk melakukan perjalanan nasional. Negara Asia Tenggara tersebut juga mengunci ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dan lima negara bagian lain guna mengekang penyebaran Covid-19.
PM Muhyiddin mengatakan pembatasan ketat mengacu pada aturan Movement Control Order (MCO) yang berlaku sejak Rabu, 13 Januari 2021. Meski demikian, pembatasan kali ini, pemerintah tetap mengizinkan beberapa sektor ekonomi untuk tetap berjalan.
“Dengan demikian, dampak MCO saat ini terhadap perekonomian diharapkan dapat dikelola,” kata PM Muhyiddin dalam pidato yang dilansir Reuters.
Sebelum meluncurkan tambahan stimulus ekonomi, Malaysia menggelontorkan uang negara sebesar 1 Miliar Ringgit untuk mendanai pengadaan alat kesehatan. Pemerintah bahkan menginstruksikan dunia perbankan untuk memperpanjang moratorium pinjaman serta merstrukturisasi kembali pembayaran hutang bagi individu maupun bisnis.
Tidak hanya itu, pemerintah juga mempercepat pencairan bantuan tunai bagi keluarga dan individu berpenghasilan rendah. Mereka juga memperluas ruang lingkup rencana subsidi upah bagi pengusaha.
Sepanjang 2020, Malaysia telah mengeluarkan anggaran sebesar 305 Miliar Ringgit Malaysia guna menjaga perekonomian selama pandemi Covid-19.
Pada November 2020, pemerintah memutuskan untuk menganggarkan dana sebesar 322,5 Miliar Ringgti guna memicu kegaitan ekonomi serta pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021. [Mohamad Deny Irawan]


















