Manila, Gontornews — Otoritas kesehatan Filipina, Jum’at (26/3/2021), mengonfirmasi rekor penambahan kasus baru Covid-19. Mereka mengonfirmasi penambahan 9.838 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir sehingga menjadikan total kasus infeksi mencapai 702.856 kasus.
Penanganan Covid-19 semakin rumit setelah mayoritas masyarakat tidak mempercayai efikasi vaksin Covid-19. Masyarakat Filipina masih mengkhawatirkan keamanan vaksin Covid-19. Sementara beberapa pendapat lain, mengkhawatirkan penularan virus berskala luas.
Akibat rekor tersebut, Filipina memperluas pembatasan secara ketat pada ibu kota Filipina, Manila, dan provinsi-provinsi sekitar. Pemerintah bahkan membatasi layanan keagamanaan hingga 10 persen dari kapasitas bangunan setiap harinya terutama menjelang paskah.
Dalam tiga hari terakhir, Filipina mencatatkan rekor penambahan kasus. Dalam 10 hari terakhir, Filipina mencatatkan hampir sepersepuluh jumlah total kasus positif Covid-19 sejak pandemi tersebut terkonfirmasi tahun lalu.
Sejauh ini, Manila tercatat sebagai wilayah dengan konfirmasi kasus positif Covid-19 tertinggi. Dari 13 juta penghuni Manila, lebih dari 2 juta orang telah terinfeksi virus asal Cina tersebut.
Tim peneliti dari University of the Phillipines telah memperingatkan masyarakat bahwa infeksi Covid-19 dapat mencapai 10.000 hingga 11.000 kasus per hari pada akhir Maret.
“Mempercepat vaksinasi adalah prioritas untuk mengurangi angka kematian yang tinggi dan tekanan pada sistem kesehatan yang bermasalah,” ungkap pernyataan resmi Bank Dunia.
Jajak pendapat Pulse Asia menyebut bahwa enam dari 10 orang Filipina enggan menerima vaksin karena mengkhawatirkan keamanan serta kemanjuran. Jajak pendapat serupa dilakukan pada bulan November. Hasilnya, 47 persen masyarakat Filipina menolak vaksinasi.
Meski demikian, Filipina akan tetap melanjutkan program vaksinasi meski mengalami sejumlah hambatan. Sejak memulai inokulasi pada 1 Maret, pemerintah telah berhasil melakukan vaksin kepada lebih dari 508.000 orang atau kurang dair 1 persen dari target 70 juta orang penerima vaksin sepanjang tahun 2021. [Mohamad Deny Irawan]























