Kairo, Gontornews — Mesir pada hari Jumat (21/5) menerima tahap pertama komponen untuk memproduksi secara lokal 2 juta dosis vaksin Sinovac Cina.
Menurut Kementerian Kesehatan Mesir, pengiriman termasuk 1.400 liter komponen vaksin sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani antara Sinovac dan Perusahaan Induk Produk Biologi dan Vaksin Mesir (VACSERA).
Mesir diharapkan memproduksi 40 juta dosis Sinovac pada tahun pertama produksi, kata otoritas kesehatan.
Sebagai bagian dari upaya Mesir untuk segera meningkatkan upaya vaksinasi, pengiriman ke Kairo juga termasuk 500.000 dosis Sinopharm siap pakai.
Arabnews.com melansir, Menteri Kesehatan Mesir Hala Zayed mengatakan bahwa pembuatan vaksin virus korona merupakan “langkah bersejarah” bagi Mesir. Ia menambahkan bahwa kelebihan pasokan vaksin akan diekspor.
Menteri mengatakan bahwa 2 juta dosis Sinovac akan dikirim ke pusat vaksinasi di seluruh Mesir dalam waktu dua bulan.
Proses produksi vaksin diawali dengan tes untuk menganalisis komponen mentah di laboratorium Kementerian Kesehatan, dilanjutkan dengan pengemasan dan quality control, tambahnya.
Perjanjian vaksin Cina-Mesir mencakup pengalihan produksi dan teknologi manufaktur yang memungkinkan Mesir memproduksi komponen mentah secara lokal di masa depan.
Otoritas Mesir bertujuan untuk memproduksi vaksin virus corona 100 persen di dalam negeri, kata Zayed. Ia menambahkan bahwa lebih dari 70 persen komponen obat di dunia diproduksi di Cina dan India.
Zayed mengatakan Mesir sedang menyelesaikan persiapan untuk membuka pabrik VACSERA kedua pada 6 Oktober di Giza untuk meningkatkan produksi.
Kontrak akan ditandatangani dengan perusahaan internasional untuk pengadaan bahan mentah guna mendiversifikasi produksi vaksin, tambahnya.
Menteri mengatakan bahwa 1,9 juta dosis vaksin AstraZeneca dijadwalkan akan diterima dalam gelombang ketiga, selain tambahan 1 juta dosis vaksin Sinovac pada bulan Juni.
Mesir sejauh ini telah menerima 3 juta dosis Sinopharm, termasuk 1,5 juta dosis yang dikirimkan oleh Cina sebagai hadiah, katanya.
Zayed menambahkan bahwa 95 persen pekerja di sektor pariwisata telah divaksinasi, dan 100 persen tahanan Mesir akan divaksinasi dalam waktu mendatang bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. []






















