Putrajaya, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, Kamis (15/7/2021), mempertimbangkan pelonggaran bagi mereka yang telah menerima vaksin dosis lengkap. PM Muhyiddin berupaya membuat para penerima vaksin dosis lengkap dapat beraktifitas seperti biasa.
PM Muhyiddin telah menginstruksikkan pada Jawatan Kuasa Khas Jaminan Akses Bekalan Vaksin (JKJAV) Covid-19 untuk meninjau ulang pelonggaran kebijakan Movement Order Control (MCO) bagi penerima doksin vaksin lengkap.
“Saya pikir sebagian besar warga telah menerima suntikan (vaksin). Jadi, saya telah meminta JKJAV untuk memberikan kelonggaran bagi mereka yang telah selesai mengambil dua dosis vaksin untuk melakukan perjalanan antar negara bagian atau makan di restoran,” kata PM Muhyiddin sebagaimana dilansir Channel News Asia.
“Ini menunjukkan bahwa selama kita menangani Covid-19, kehidupan masyarakat secara bertahap dapat kembali normal,” imbuhnya.
Ia juga meminta warga untuk menaruh kepercayaan penuh pada pemerintah yang serius menangani pandemi. “Harap bersabar. Jangan pernah bilang pemerintah kurang perhatian. Yakinlah, bahwa dengan kerjasama pemerintah, swasta, masyarakat dan LSM, kita bisa memerangi perang ini,” paparnya.
Sebagai informasi, Malaysia telah memulai program vaksinasi bertajuk Program Imunisasi Covid-19 Kebangsaan (PICK) sejak Februari 2021 silam. Sejauh ini, Pemerintah Malaysia telah berhasil melakukan vaksinasi kepada 12.647.558 dosis vaksin kepada 4.003.266 orang atau setara 12,3 persen populasi Malaysia.
“Saya berharap bulan ini atau bulan depan, pasokan vaksin kita akan terus berdatangan dan terus meningkat,” ucap PM Muhyiddin.
Pada Kamis, Malaysia melaporkan 13.215 kasus positif Covid-19 baru atau mencetak rekor peningkatan kasus dalam tiga hari berturut-turut. Angka ini sekaligus menjadi rekor kelima dalam tujuh hari terakhir. Angka lebih dari 13.000 kasus juga menjadi rekor penambahan kasus Covid-19 harian yang pertama di Malaysia. [Mohamad Deny Irawan]


















