Petaling Jaya, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, berencana untuk meneguhkan legitimasinya di Parlemen melalui jalur mosi percaya. Muhyiddin berharap cara tersebut dapat menjawab keraguan minimnya dukungan parlemen dalam kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri pasca menggantikan Mahathir Mohamad.
โDengan cara ini, posisi saya sebagai Perdana Menteri dan pemerintah Perikatan Nasional yang berkuasa dapat ditentukan sesuai dengan hukum dan konstitusi,โ kata Muhyiddin dalam keterangan yang dilansir Free Malaysia Today, Rabu (4/8/2021).
Muhyiddin mengatakan jika ia masih mendapatkan dukungan mayoritas parlemen. Karenanya, isu pengunduran diri yang berdasar pada Konstitusi Pasal 43 ayat (4) tidak berlaku. Muhyiddin mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Yang Di-pertuan Agong dan mengaku masih mendapatkan kepercayaan mayoritas.
โSaya juga sadar bahwa posisi saya sebagai Perdana Menteri sering dipertanyakan,โ sambungnya.
โSaya telah memberitahu Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong bahwa saya akan menentukan legitimasi saya sebagai Perdana Menteri di Parlemen,โ tegasnya.
Pagi ini, Muhyiddin terlihat melakukan pertemuan dengan Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara dan melakukan pembicaraan selama satu jam.
Posisi Muhyiddin sebagai Perdana Menteri dipertanyakan ketika partai pengusungnya, UMNO, mengambil keputusan untuk menarik dukungan dari Perikatan Nasional. Tekanan untuk mundur semakin menguat seiring keputusan Menteri Tenaga dan Sumber Asli Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah mundur dari jabatannya.
Gejolak politik Malaysia semakin meningkat seiring 11 anggota parlemen UMNO mendeklarasikan dukungan agar Perdana Menteri menyerahkan jabatannya kepada Agong. []


















