pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 27 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Perlunya Satu Kalender Hijriyah

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 August 2021
in Laput
0
Foto: Republika.co.id

Nama Kalender Hijriyah tak sepopuler Kalender Masehi. Sadarkah kita, bahwa rutinitas ibadah umat Islam sangat bergantung pada penanggalan Hijriyah. Namun sayangnya banyak umat Islam yang tak menyadari itu, bahkan tidak tahu saat ditanya soal penanggalan Hijriyah ini.

Sebut saja Salsabila, remaja putri yang nyantri di salah satu pesantren di Jawa Barat ini tidak hafal nama-nama bulan dalam Kalender Hijriyah. Dia hanya hafal nama-nama bulan yang jamak terpampang di kalender yang beredar saat ini. Itu Kalender Masehi.

Ia hanya hafal bulan Ramadhan, Syawal dan Idul Adha. Tiga nama bulan yang memang umat Islam menjalaninya dengan penuh suka cita. Sementara Muharram, Dzulqa’dah, Shafar dan lain sebagainya kurang menjadi perhatiannya. β€œSaya kenal nama bulan kalender Islam itu karena pas datang Ramadhan atau hari besar Islam yang biasanya umat Islam menjalaninya seperti lebaran,” ungkapnya.

Ironis, memang. Umat Islam yang sebenarnya memiliki kalender sendiri justru kurang mengenalnya. Umat Islam justru malah mengenal Kalender Masehi yang sarat dengan nama-nama Tuhan mereka.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Dunia Islam sudah memiliki kalender sendiri dalam menentukan tanggal, bulan, dan tahun. Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan bagi umat Islam yang di dalamnya terdapat makna, sejarah, dan ibadah khusus pada masing- masing bulannya agar umat Islam selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Tidak seperti penanggalan Masehi yang berpedoman pada matahari, sistem penanggalan Hijriyah ditentukan berdasarkan peredaran bulan. Sehingga kalender ini disebut juga sebagai kalender Qamariah (bulan).

Umat Islam sebagai ummah wahidah perlu memiliki kalender Islam tunggal dan terpadu yang menyatukan sistem pengorganisasian waktu di seluruh dunia. Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pernah menyatakan bahwa sosialisasi kalender Islam international, merupakan salah satu agenda penting internasionalisasi Muhammadiyah.

Muhammadiyah pernah mengutus Prof Syamsul Anwar menjadi salah satu pembicara dalam International Hijri Calender Unity Congress di Turki pada 28-30 Mei 2016. Dalam forum itu, Muhammadiyah menawarkan tentang kalender Islam dengan kriteria satu tanggal untuk satu hari di seluruh dunia.

Meskipun menemui banyak tantangan, Haedar menegaskan bahwa gagasan ini perlu diperjuangkan secara perlahan. β€œKetika seabad yang lalu, Kiai Dahlan betapa susah memahamkan tentang arah kiblat yang tepat menurut yang beliau pahami, baru sekarang dipahami oleh semua dan bahkan dikodifikasi oleh Kemenag,” ulasnya.

Kalender unifikatif ini merupakan salah satu agenda peradaban di antara banyak pekerjaan rumah lainnya yang dimiliki umat Islam. β€œMembangun peradaban Islam, ini sebagai hutang peradaban yang basisnya ilmu pengetahuan yang kontekstual sesuai perubahan zaman,” ungkap Haedar.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Dr Syamsul Anwar MA mengatakan, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengusulkan lima prinsip Kalender Hijriyah global tunggal, yaitu:

Pertama, penerimaan hisab. Menurut Syamsul, peralihan dari rukyat ke hisab dapat dijelaskan dengan teori perubahan hukum dalam ushul fikih. Kedua, transfer imkanu rukyat. β€œJika sudah imkanu rukyat di salah satu tempat di muka bumi, maka keesokan harinya masuk bulan baru di seluruh dunia, imkanu rukyat itu kemudian ditransfer ke seluruh dunia,” ulasnya.

Ketiga, kesatuan matlak. Seluruh muka bumi dipandang sebagai satu matlak sebagai konsekuensi dari transfer imkanu rukyat. Keempat, keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia. Berlaku satu hari dalam satu pekan yang ditandai dengan satu tanggal yang sama.

Kelima, penerimaan garis tunggal internasional. Kalender Hijriah Global Tunggal berdasarkan kepada penerimaan Garis Tanggal Internasional (GTI) yang berlaku sekarang.

β€œMasyarakat dunia telah menyepakati peletakan garis batas tanggal tersebut pada 180 derajat Bujur Timur. Umat Islam secara de facto juga telah menerima peletakan garis dimaksud pada bujur tersebut. Buktinya umat Islam melakukan shalat Jumat dengan menghitung hari Jumat dari garis tersebut,” jelas Syamsul Anwar.

Sementara itu, Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH Sirril Wafa menyatakan, penyatuan Kalender Hijriyah sangat penting demi persatuan umat Islam. Ini sudah cukup sebagai dasar untuk merampungkan Kalender Hijriyah Indonesia (KHI).

“Ini satu hal yang sangat penting. Semua ormas, semua elemen masyarakat memiliki cita-cita yang sama. Cuma masalahnya, bagaimana meramu dari berbagai macam metode untuk bersinergi dan ini memerlukan pembahasan yang detail di tingkat masing-masing ormas,” jelas Kiai Sirril dikutip Republika, Senin (21/6).

Kiai Sirril menyampaikan perlunya persatuan merupakan fitrah, terlebih dalam cakupan satu negara. Dia mengakui ini terlihat mudah untuk dikatakan, tetapi tidak sepele dalam menyelesaikannya. Untuk itu, diperlukan satu rumusan yang disepakati bersama. “Ini tidak gampang, tetapi tetap diusahakan, jadi perlu waktu, nanti juga akan ketemu, saya yakin,” ucapnya.

NU sendiri menerima metode hisab atau rukyat. Hanya saja, selama ini persepsi yang berkembang, yaitu NU hanya menggunakan metode rukyat. Karena itu, ia menekankan NU menggunakan keduanya, baik hisab maupun rukyat.

“NU menggunakan hisab dan rukyat. Kan hitungannya selalu ada, ada kalendernya. Hanya, untuk masalah ibadah seperti bulan Ramadhan, akhir Ramadhan atau Syawal, dan Idul Adha, itu selalu menggunakan metode rukyat karena mengamalkan hadis Nabi,” ujarnya.

Saat ini, LF PBNU masih melakukan pembahasan untuk mereaktualisasi metode rukyat yang mendekati hisab. “Skenario ini yang nanti dibicarakan, jadi masih belum final. Masih digodok di internal lembaga,” lanjutnya.

Menurut Kiai Sirril, KHI bisa rampung pada 2024 mendatang jika sudah ditemukan satu konsep yang disepakati bersama yang disertai sosialisasi secara menyeluruh. Sedangkan saat ini masih belum ada kesepakatan sehingga pemecahannya tergantung pertemuan berikutnya antara ormas-ormas Islam yang difasilitasi Kementerian Agama.

“Ini berlarut-larut karena belum ada formulasi untuk menemukan titik temu di antara metode yang beragam itu, karena ini ranah ijtihadiyah. Jadi, harus dicari metode yang memungkinkan untuk bisa saling berdampingan. Konsep yang ada di pinggir dibawa ke tengah sehingga ketemu di satu titik,” imbuhnya.

Upaya Unifikasi

Sejumlah ahli hisab dan rukyat bertemu untuk mematangkan konsep unifikasi Kalender Hijriyah. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 17-18 Juni 2021, ini difasilitasi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.

Sejumlah pakar yang hadir berasal dari perwakilan Mahkamah Agung RI, Pengadilan Tinggi Agama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Washliyah, dan Persis. Hadir juga para ahli hisab rukyat perorangan, astronom, dan akademisi dari bebagai perguruan tinggi.

β€œBerkumpulnya para ahli di sini, merupakan langkah strategis Kementerian Agama untuk menghasilkan tips dan strategi terciptanya unifikasi kalender Hijriah di Indonesia,” ujar Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim, di Jakarta, Kamis (17/6).

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan, upaya unifikasi Kalender Islam saat ini memasuki tahapan pembahasan naskah akademik. ” Untuk mencapai tahapan itu dibutuhkan komitmen kolektif, keyakinan yang sangat tinggi. Bukan hanya kebutuhan kompetensi akademik, tapi juga komitmen sosial, politik dan lain-lain,” katanya.

Menurut Kamaruddin, upaya penyatuan Kalender Hijriyah tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, berbekal komitmen kolektif dan dukungan dari banyak pihak, dia optimis tujuan ini akan tercapai. []

 

 

 

Tags: Kalender Hijriyah
Share39Tweet24Send
Previous Post

Kapal Penyelamat Bawa 257 Migran dari Perairan Tunisia ke Pelabuhan Sisilia

Next Post

Presiden Erdogan dan PM Libya Bertemu di Istanbul

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result