London, Gontornews — Pemerintah Inggris, Jum’at (13/08/21), berencana untuk memotong biaya tes Covid-19 untuk kepentingan perjalanan. Otoritas kesehatan Inggris, National Health Service (NHS), sedang meninjau harga tes Covid-19 dari swasta untuk memastikan harga transparan serta memperingatkan penurunan harga ‘paksa’ dari harga yang mereka tentukan nantinya.
Selama penanganan Covid-19, pemerintah membebaskan biaya tes Covid-19 bagi mereka yang bergejala. Sebaliknya, pemerintah mengharuskan para pelaku perjalanan untuk membayar biaya tes Covid-19. Industri perjalanan sejak lama mengeluhkan biaya tes Covid-19 yang terlampau tinggi.
Sebagai informasi, Inggris memberlakukan aturan ‘lampu lalu lintas’ untuk perjalanan internasional. Mereka memberlakukan status ‘lampu hijau’ untuk perjalanan bebas karantina. Negara dengan risiko penularan Covid-19 mendapatkan peringkat ‘kuning’. Sementara bagi negara-negara berstatus ‘lampu merah’, Inggris mengharuskan para pendatang untuk melakukan isolasi 10 hari di sebuah hotel.
Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris mengatakan satu tes Covid-19 NHS akan mengalami pengurangan biaya dari 88 Poundsterling menjadi 68 poundsterling bagi negara berstatus ‘hijau’. Sementara kedatangan negara berstatus ‘kuning’ akan dikenakan biaya 136 Poundsterling dari 170 Poundsterling untuk dua tes Covid-19.
“Saya tahu berapa banyak orang menantikan liburan musim panas mereka dan biaya pengujian PCR menghalangi hal tersebut. itulah mengapa saya bertekad untuk melindungi konsumen dan keluarga pekerja dari praktik eksploitatif dan memastikan tes berkualitas tinggi tersedia dengan harga yang wajar,” ungkap Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid.
“Setiap penyedia yang menyesatkan publik akan keluar dari daftar,” tegas Javid.
Pekan lalu, regulator persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), mulai melakukan peninjauan pasar tentang tes Covid-19 menyusul perminta dari Javid. [Mohamad Deny Irawan]





















