Kabul, Gontornews — Juru Bicara Taliban, Mohammad Naeem, mengatakan bahwa peperangan di Afghanistan telah berakhir. Penyataan Naeem berdasar pada keberhasilan Taliban mengusai Kabul, Ibu Kota Afghanistan, serta Presiden Aghanistan, Ashraf Ghani, yang melarikan diri dari Afghanistan.
“Alhamdulillah, perang di Negara ini sudah berakhir,” kata Naeem sebagaimana dilansir Al–Jazeera.
“Kami telah mencapai apa yang kami cari yaitu kebebasan dan kemerdekaan rakyat kami. Kami tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan tanah kami untuk menargetkan siapapun. Kami juga tidak ingin merugikan orang lain,” sambung Naeem dalam pernyataan resminya
Al-Jazeera mengabarkan jika kepankian dan ketakutan menyelimuti Kabul pada Senin (16/8/2021). Hal tersebut terjadi setelah pejuang bersenjata Taliban berhasil menguasai Istana Kepresidenan yang telah ditinggalkan.
Beberapa perwakilan negara-negara Barat dikabarkan menarik duta besarnya dari Kabul. Pun dengan warga yang putus asa terhadap Afghanistan berbondong-bondong membanjiri bandara internasional Kabul.
Matt Zeller, seorang veteran AS pada perang Afghanistan, mengatakan 44.000 warga Afghanistan yang membantu Amerika Serikat selama konflik 20 tahun telah berada di luar Kabul. Zeller juga menyebut jika para meminta bantuan evakuasi dengan segera.
“Ini adalah bencana dengan proprosi yang epik,” kata Zeller.
“(Saya menduga para pendukung Amerika Serikat di Afghanistan) akan diburu dan dibunuh secara sistematis oleh Taliban,” khawatir Zeller.
“Kami harus membuka koridor yang aman sehingga kami dapat mengevakuasi warga Afghanistan dan sekutu masa perang kami dari Adghanistan. Tidak hanya dari Kabul tapi juga dari setiap kota yang mereka tinggali,”
“Ada 44.000 orang yang berada di luar Kabul dan di kota-kota lain. Laporan yang mereka sampaikan mengerikan. Ada eksekusi publik di Kandahar dan di Stadion. Taliban pergi dair pintuk ke pintu di Mazar-i-Sharif dan mencari siapa saja yang bekerja dengan militer Amerika Serikat. ini adalah laporan yang kami dengar di kota-kota lain termasuk Kabul,” tutup Zeller. [Mohamad Deny Irawan]






















