Lusaka, Gontornews — Komisi pemilihan Zambia, Senin (16/8/2021), mengonfirmasi kemenangan Hakainde Hichilema sebagai pemenang pemilihan presiden 2021. Hichilema mengalahkan pesaing utamanya, Presiden Edgar Lungu, dengan perolehan satu juta suara lebih banyak.
Menariknya, kemenangan Hichilema terealisasi setelah ia mencalonkan diri sebagai Presiden untuk yang keenam kalinya secara beruntun. Dari enam kesempatan tersebut, baru kali ini, pemilihan presiden Zambia 2021, ia menangkan. Pendukung Hichilema pun turun ke jalan sambil merayakan kemenangan tokoh yang mereka pilih tersebut.
BBC melansir Presiden Edgar Lungu tidak menerima kekalahan tersebut dengan menyebut pemilihan tersebut berlangsung dengan tidak bebas dan adil. Ia berdalih, salah seorang anggota partai pendukungnya meninggalkan lokasi pemungutan suara.
“Tindakan putus asa dari pemerintah yang akan segera berakhir,” ungkap tanggapan partai pendukung utama Hichilema, United Party for National Develpoment, kepada partai pendukung Presiden Lungu.
Dalam penghitungan akhir, Komisi pemilihan presiden Zambia mengatakan Hichilema berhasil meraih 2.810.777 suara atau unggul 996.576 dari Presiden Lungu yang ‘hanya’ meraih 1.814.201 suara. Dengan kemenangan ini, Komisi pemilihan Zambia tidak perlu mengadakan putaran kedua.
“Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa Hichilema akan menjadi Presiden Zambia (selanjutnya),” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum Zambia, Esau Chulu, di Lusaka, Ibu Kota Zambia.
Sebelum pemilhan kali ini, masyarakat Zambia kerap kali mempertanyakan kepemimpinan Lungu. Lungu diduga melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi, korupsi, kegagalan dalam membangun ekonomi hingga melonjaknya angka pengangguran.
Hichilema berhasil menangkap ketidakpuasan masyarakat atas kepemimpinan Lungu dan berhasil merebut hati para pemilihnya. Sekarang, Hichilema dihadapkan oleh tantangan pelik serta membalikkan kondisi ekonomi negara yang carut marut. [Mohamad Deny Irawan]
























