Washington, Gontornews — Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology (ESC) menemukan bahwa asupan air cukup dapat mengurangi risiko gagal jantung. Penelitian tersebut juga mencatat asupan cairan idel bagi manusia adalah mulai 1,6 liter hingga 2,1 liter untuk wanita dan 2 hingga 3 liter air untuk pria.
“Penelitian kami menunjukan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dapat mencegah atau setidaknya memperlambat perubahan kondisi penyebab gagal jantung,” kata Dr Natalia Dmitrieva dari National Health Institute, Bathesda, Amerika Serikat.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kita perlu memperhatikan jumlah cairan yang kita konsumsi setiap hari dan mengambil tindakan jika ternyata kita minum terlalu sedikit,” sambungnya sebagaimana dilansir Scitech Daily.
Dmitrieva menjelaskan bahwa tubuh harus memiliki 2 natrium serum yang menandakan apakah seseorang mendapatkan asupan cairan yang cukup atau tidak. Dia menambahkan saat kekurangan air, natrium serum pada tubuh mengaktifkan proses yang berkontribusi pada risiko gagal jantung.
“Adalah wajar untuk berpikir bahwa hidrasi dan natrium serum harus berubah dari hari ke hari tergantung pada seberapa banyak kita minum setiap hari. Namun, konsentrasi natrium serum harus berada dalam kisaran yang tepat dalam waktu yang lama,” jelas Dmitrieva.
Penelitian ini melibatkan 15.792 orang dewasa bertajuk Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC). Rentang usia peserta berkisar 44 hingga 66 tahun saat perekrutan yang terus dievaluasi selama lima kunjungan sampai berusia 70-90 tahun.
Mereka menemukan bahwa konsentrasi natrium serum yang tinggi pada usia paruh baya dikaitkan dengan risiko gagal jantung dan hipertrofi ventrikel sebelah kiri 25 tahun kemudian. Peneliti menambahkan natrium serum tetap terhubung dengan kondisi gagal jantung dan hipertrofi ventrikel kiri dengan beberapa faktor seperti usia, tekanan darah, fungsi ginjal, kolesterol, glukosa darah, indeks masa tubuh, jenis kelamin dan status merokok.
“Hasilnya menunjukkan bahwa hidrasi yang baik sepanjang hidup dapat menurunkan risiko pengembangan hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung. Selain itu, temuan kami bahwa natrium serum melebihi 142mmol/l meningkatkan risiko efek samping pada jantung,”
“Tingkat natrium ini harus berada dalam kisaran normal dan tidak akan diberi label abnormal dalam hasil tes laboratorium. Tapi dapat digunakan oleh dokter selama pemeriksaan fisik rutin untuk mengidentifikasi orang-orang dengan asupan cairan kurang,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]



















