Srinagar, Gontornews — Pasukan keamanan India di Kashmir, Ahad (10/10/2021), menahan lebih dari 300 orang dalam beberapa hari terakhir. Mereka menginterogasi ratusan warga Kashmir tersebut dengan maksud menyelidiki keterlibatan mereka dalam upaya pembunuhan anggota kelompok minoritas.
Sepanjang pekan ini, pihak kepolisian melaporkan kematian tiga orang beragama Hindu dan satu penganut Sikh di wilayah mayoritas Muslim.
Polisi juga mencatat ada sejumlah kelompok kecil geriliyawan bersenjata yang bertanggung jawab atas rentetan pembunuhan dalam beberapa pekan terakhir. Sepanjang tahun ini, sudah ada 28 warga sipil yang terbunuh di Kashmir.
Sebagai informasi, Kashmir telah mengalami sejumlah pemberontakan dalam beberapa dekade. Kashmir merupakan wilayah yang sepenuhya mendapatkan klaim India dan Pakistan di beberapa bagian.
“Lebih dari 300 orang ditahan untuk diinterogasi di seluruh Kashmir selama dua hari terakhir,” kata seorang pejabat polisi yang enggan menyebut namanya kepada Reuters.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa ratusan orang yang mereka tahan merupakan anggota organisasi keagamaan terlarang, Jamaat-e-Islami dan kelompok lain yang terafiliasi dengan kelompok-kelompok militan.
Penyelidik juga telah memanggil 40 guru sekolah sebagai bagian dari penyellidikan atas kematian seorang guru Hindu dan guru Sikh di sebuah sekolah di Srinagar, Kashmir. Mereka menduga ada kelompok militan kecil dari The Resistence Front, yang menargetkan sejumlah warga sipil dan politisi di Kashmir.
Pakistan membantah keterlibatan mereka dalam membantu kelompok militan manapun di Kashmir. Mereka mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan dukungan moral dan dukungan diplomatik kepada warga Kashmir.
Sebaliknya, The Resistence Front membantah bahwa mereka menargetkan warga sipil berdasarkan agama tertentu. Mereka berdalih mengincar warga sipil yang bekerja untuk otoritas India. Hingga berita ini diturunkan, Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian pernyataan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















