Ponorogo, Gontornews — Alumi Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 2014 menggelar doa bersama satu tahun pascawafatnya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Kamis (21/10/2021).
Selain doa besama, acara yang digelar secara virtual tersebut juga menghadirkan Ustadz Riza Azhari, putra KH Abdullah Syukri Zarkasyi, yang berkenan menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan ayahnya.
“Beliau mengajarkan kita untuk terus bersyukur. Sebagai hamba Allah sudah menjadi kewajiban kita untuk terus bersyukur,” ungkap Ustadz Riza Azhari dalam tausiyahnya sebagaimana dilansir Gontornews.com.
“Namun, bersyukur di sini tidak hanya dalam bentuk yang pasif namun harus dengan aktif yaitu terus berbuat dan berusaha semaksimal mungkin dan mengeluarkan kemampuan puncak,” sambungnya.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Riza Azhari juga berkisah pengalaman pribadinya saat meminta pindah dari Gontor Pusat ke cabang karena alasan tidak betah. Kisah tersebut lantas membuat mata alumnus Gontor 2003 itu berkaca-kaca mengingat nasihat orangtuanya.
“Saat itu, bapak (Kiai Syukri) bilang ke saya, orang bodoh itu adalah orang yang tidak mau bergerak dan tidak mengerti kelemahan diri sendiri. Parahnya lagi kalau kesal dengan diri sendiri,” paparnya.
“Kalau sekarang mungkin istilahnya ‘baperan’,” ujarnya.
Meski terkesan keras, Ustadz Riza merasa bahwa nasihat, petuah dan pendidikan keluarga yang beliau terima dari ayahnya sangat berperan dalam membentuk karakter dirinya saat ini. Tidak terkecuali ketika Kiai Syukri, yang selalu, menyampaikan arti kata ikhlas dengan penuh ketegasan.
“Jangan pernah berharap dengan manusia. Niatkan selalu lillah, lillah dan lillah.”
“Karena ikhlas itu adalah ikatan hati dengan Gusti Allah. Kalau kita sudah tidak ikhlas maka kita sudah berbohong dengan Allah. Dalam laut bisa diukur, dalam hati siapa yang bisa mengukur,” ujar ayah dari empat anak tersebut.
Terakhir, acara yang berlangsung selama 90 menit itu juga dihadiri sejumlah peserta dari berbagai kalangan baik alumnus Gontor, wali santri maupun masyarakat umum. “Semoga acara ini tetap bisa rutin dilaksanakan,” kata salah seorang peserta doa bersama. [Muhammad Iran Al Amin/Mohamad Deny Irawan]






















