Depok, Gontornews — Alumni Gontor Putri tahun 2005, pada Kamis malam (4/11) kembali menggelar acara Online Class Nahyazeefa D’Mayla dengan mengangkat tema, Agar Rindu Tak Sebatas Lisan; Refleksi Cinta Rasulullah.
Berdiri sebagai narasumber Ustadzah Tsuroyya Alluma’I Lc MPd, dan berperan sebagai moderator Ustadzah Husnul Izzati Lc. Keduanya merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tahun 2005.
Dalam uraiannya, Ustadzah Tsuroyya secara gamblang menjelaskan tentang keteladanan Rasulullah SAW juga tips agar bisa terus mencintai Nabi Muhammad SAW. Sebab Rasulullah SAW adalah insan yang mulia sehingga kelahirannya sangatlah dinanti.
“Ekspresi cinta itu tidak butuh dalil, namun membutuhkan pembuktiannya saja,” jelas sang narasumber kepada Gontornews.com. Karenanya, jika kita mencintai Rasulullah SAW, maka ekspresi apa yang bisa kita lakukan sebagai tanda cinta kita kepadanya.
Diantara bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW yaitu dengan rutin bershalawat kepadanya, mengamalkan sunnahnya, juga mempelajari sirah perjalanan kehidupan sang Nabi akhir zaman tersebut.
Di berbagai negara juga ada yang menunjukkan bukti cintanya kepada Rasulullah SAW dengan turut berbahagia, menyambut bulan kelahiran sang Nabi atau biasa disebut dengan acara Maulid Nabi. “Perayaan Maulid Nabi di beberapa daerah pun berbeda-beda, biasanya diwarnai dengan budaya dari warga setempat,” terang ibu tiga anak tersebut.
Selain itu, Ustadzah Oya, begitu sapaannya, juga menambahkan bahwa orangtua perlu untuk mengajarkan anak agar cinta kepada Rasulullah SAW. Dan semua itu harus dimulai dari kecintaan orangtua sendiri kepada baginda Nabi Muhammad SAW, dengan begitu anak akan mengikuti.
Dalam kajiannya, Ustadzah Tsuroyya lantas membagikan tips agar kita bisa istiqamah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
“Agar kita bisa istiqomah bersolawat, lebih baik tidak sendirian. Akan tetapi buatlah komunitas yang punya komitmen yang sama agar selalu diingatkan untuk bershalawat juga membaca sirah nabawiyah bersama,” tutur alumnus strata satu Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu.
Di akhir materinya, perempuan asal Jawa Timur ini lantas mengajak peserta kajian untuk bersama-sama bermuhasabah diri dan berdoa, semoga Allah menetapkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW juga semoga kita kelak diakui oleh Allah SWT sebagai umat Rasulullah SAW.
Forum kajian ini pun kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta dokumentasi yang dipimpin langsung oleh sang moderator dan berakhir sekitar pukul 21.20 WIB. <Edithya Miranti>




















