Sarajevo, Gontornews — Pemerintah Bosnia Herzegovina, Jum’at (19/11/2021), membuka kamp migran di dekat kota Bihac yang berbatasan langsung dengan Kroasia. Rencananya, kamp migran yang didudukung Uni Eropa ini dapat menampung hingga 1.500 penduduk.
Utusan khusus Uni Eropa untuk Bosnia, Johann Sattler, mengatakan kamp tersebut selesai dalam 11 bulan. Pembangunan kamp migran ini muntuk menanggulangi permasalahan migran pada musim dingin lalu. Menteri Keamanan Bosnia, Selmo Cikotic, mengapresiasi kerjasama antara negaranya dengan Uni Eropa yang berakhir menguntungkan bagi kedua belah pihak tersebut.
“Saya dapat mengatakan bahwa dengan pembukaan kamp ini, kami dapat menyelesaikan krisis migran. Sementara saat ini, kami sedang berurusan dengan masalah imigran,” kata Cikotic sebagaimana dilansir Anadolu.
Sebanyak tiga ratus migran dan 1.200 migran lain yang tinggal di kawasan hutan Velika Kladusa, yang berbatasan dengan Kroasia, akan ditampung di kamp tersebut. Baik UE maupun Bosnia memandang bahwa migran dari kalangan anak-anak sangat membutuhkan tempat tersebut.
Pada saat banyak negara berkutat dalam krisis pandemi Covid-19, Bosnia justru berkutat dengan krisis migran dalam beberapa tahun terkahir. Para migran di Bosnia berada dalam situasi mengenaskan. Karenanya, negara mengajukan bantuan dari Uni Eropa untuk membantu penanganan para migran yagn terdampar di wilayah tersebut.
Sejak 2018, Uni Eropa mengirimkan hingga 13,8 juta Euro untuk menampung para suaka hingga memberikan bantuan kemanusiaan. Mayoritas migran di Bosnia lebih memilih perlindungan internasional di Uni Eropa alih-alih mendapatkan penolakan untuk masuk ke wilayah tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















