Riyadh, Gontornews — Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (1/12) mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 varian omicron.
Seorang penumpang yang datang dari negara Afrika utara diidentifikasi sebagai kasus pertama Kerajaan Saudi, sementara Kantor Berita Emirates mengatakan bahwa seorang wanita yang tiba di UEA dari negara Afrika melalui negara Arab menjadi kasus pertama di negara itu.
Wanita itu, yang sudah memperoleh vaksinasi penuh, kini sedang diisolasi, WAM melaporkan dikutip Arabnews.com.
Orang-orang yang pernah berhubungan dengannya juga diisolasi dan dia tidak menunjukkan gejala apa pun.
Saudi Press Agency mengatakan bahwa kasus pertama Kerajaan Saudi terdeteksi pada seorang penumpang Saudi, yang kemudian diisolasi bersama mereka yang telah melakukan kontak dengannya.
“Investigasi epidemiologis telah dimulai dan kasus itu dikirim ke karantina dengan menerapkan prosedur kesehatan terakreditasi,” kata SPA.
Seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah meminta orang-orang untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara penuh dan para wisatawan harus mematuhi protokol karantina dan pengujian pada saat kedatangan mereka.
Penyebaran varian terbaru itu terjadi ketika Arab Saudi mencabut larangan perjalanan langsung dari beberapa negara dan Kerajaan Saudi terus melonggarkan pembatasan perjalanan terkait pandemi.
Wisatawan dari enam negara — India, Mesir, Pakistan, Indonesia, Brasil, dan Vietnam — kini dapat tiba di Kerajaan tanpa harus menghabiskan 14 hari di luar negara-negara tersebut sebelum memasuki Arab Saudi.[]






















