Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Selasa (15/3/2022), menunjukkan peningkatan global dalam kasus Covid-19. Peningkatan angka ini muncul setelah beberapa negara melaporkan penurunan tingkat pengujian secara global. WHO pun menghimbau negara-negara untuk tetap waspada terhadap virus tersebut.
Setelah lebih dari satu bulan penurunan, kasus Covid-19 mulai meningkat di seluruh dunia pekan lalu. Sebut saja kemunculan kembali penguncian di Asia, termasuk Provinsi Jilin, Cina, guna mencegah penyebaran wabah.
WHO mencatat bahwa peningkatan ini terjadi karena beberapa faktor termasuk varian Omicron yang sangat menular dan varian BA-2 yang menjadi turunannya. Pun pencabutan tindakan kesehatan masyarakat dan sosial yang sudah terjadi di sejumlah negara.
“Peningkatan ini terjadi meskipun ada pengurangan tes di beberapa negara, yang berarti kasus yang kami lihat hanyalah puncak gunung es,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagaimana dilansir Reuters.
Tingkat vaksinasi yang rendah di beberapa negara, sebagian besar terjadi karena informasi yang salah, juga menjelaskan kenaikan tersebut.
Secara global, infeksi baru Covid-19 naik 8 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, dengan 11 juta kasus baru terkonfirmasi dan lebih dari 43.000 kematian yang dilaporkan sepanjang 7-13 Maret. Ini merupakan kenaikan pertama sejak akhir Januari lalu.
Lonjakan besar terjadi di wilayah Pasifik barat, yang mencakup Korea Selatan dan Cina, dimana kasus meningkat 25 persen dan kematian 27 persen.
Afrika juga mencatatkan peningkatan 12 persen dalam kasus baru dan 14 persen peningkatan kematian. Sementara Eropa meningkat 2 persen tanpa disertai lonjakan angka kematian. Selain wilayah-wilayah tersebut, WHO mencatatkan penurunan kasus di wilayah Mediterania Timur meski angka kematian meningkat 38 persen terkait dengan lonjakan infeksi sebelumnya. [Mohamad Deny Irawan]





















