Jakarta, Gontornews — Kota Palembang menyimpan wisata sejarah yang menarik dan beragam. Peninggalan-peninggalan sejarah yang ada membuktikan bahwa di Bumi Sriwijaya itu pernah singgah banyak budaya dan etnis. Tentu saja hal itu menjadi kekayaan budaya yang menarik.
Nuansa multikultural akan terasa saat Anda melangkahkan kaki di sudut-sudut Kota Palembang. Anda akan melihat bagaimana budaya Melayu berpadu harmonis dengan budaya Arab dan Tionghoa.
Jadi, selain terkenal dengan kelezatan kulinernya , kota ini juga memiliki wisata sejarah yang kaya. Anda akan belajar bagaimana sejarah nusantara berkembang di sini.
Wisatawan bisa melihat warisan budaya hingga sejarah yang menarik untuk menambah wawasan. Jika sedang berlibur ke Palembang, berikut tempat wisata sejarah yang layak dikunjungi.
Jembatan Ampera
Jembatan Ampera terletak di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, merupakan ikon kebanggaan Kota Palembang paling terkenal. Berkunjung ke Palembang akan terasa kurang jika belum mengunjungi jembatan ikonik ini.
Jembatan yang sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara ini memiliki panjang lebih dari 1000 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 63 meter. Jembata Ampera dibenahi sedemikian untuk pelaksanaan ajang Asian Games 2018. Pada malam hari, Jembatan Ampera tampak makin cantik dengan lampu yang menghiasi.
Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak terletak di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Palembang. Benteng ini merupakan tempat wisata dengan bangunan sejarah yang terletak di tepian Sungai Musi.
Benteng yang dibangun pada tahun 1780, ditata oleh pemerintah kota Palembang menjadi alun-alun di halaman depan benteng dilengkapi dengan bangku-bangku, pedagang makanan, serta fasilitas penyewaan perahu untuk berwisata di Sungai Musi.
Untuk mengunjungi Benteng Kuto Besak, pengunjung akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 5.000. Berada cukup dekat pusat kota Palembang, dengan jarak sekitar 4 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.
Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II
Islam berkembang pesat di Palembang. Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi buktinya. Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan tokoh yang cukup berjasa bagi kota ini. Bangunan yang lebih dikenal sebagai Masjid Agung ini merupakan masjid terbesar di Palembang, bahkan Sumatera Selatan.
Masjid yang dibangun pada tahun 1748 ini memiliki keunikan individual. Jika anda amati, bangunan masjid merupakan perpaduan arsitektur Arab, Tiongkok, dan Eropa.
Masjid Cheng Ho
Masjid Cheng Ho terletak di Jalan Pangeran Ratu Perumahan TOP Atlit, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, merupakan masjid dengan arsitektur dengan perpaduan budaya Palembang, Tionghoa, dan Arab.
Masjid dengan nama lengkap Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho, menjadi simbol multikultur di Palembang, Masjid didominasi dengan warna khas hijau dan merah. Pengunjung dapat menikmati masjid dengan konsep yang unik dan mengambil foto disini, tanpa perlu membayar biaya masuk.
Untuk mencapai Masjid Cheng Ho dari pusat kota Palembang berjarak sekitar 8 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dengan kendaraan roda dua atau roda empat.
Taman Wisata Alam Punti Kayu
Taman Wisata Alam Punti Kayu merupakan kawasan hutan kota yang terletak di Jalan Kolonel Burlian Km 6,5, Karya Baru, Alang-alang Lebar, Palembang. Taman ini memiliki luas sekitar 50 hektar sangat cocok untuk dijadikan wisata keluarga, karena sering dijadikan tempat piknik dengan menggelar tikar dan menyantap makanan.
Taman Wisata Alam Punti Kayu memiliki wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti replika keajaiban dunia, farm zone, flying fox, dan lainnya. Untuk mengunjungi Punti Kayu, pengunjung dikenai tiket masuk yang dibedakan pada hari biasa dan hari libur.
Museum Sultan Mahmud Badarudin
Tak hanya masjid, nama Sultan Mahmud Badarudin pun diabadikan menjadi nama sebuah museum. Museum SMB terletak bersebelahan dengan BKB. Karena kedekatan, Anda bisa menjadikan dua destinasi sejarah tersebut dalam satu perjalanan perjalanan.
Museum SMB menyimpan benda-benda peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam. Anda bisa menyaksikan benda-benda bersejarah yang mencapai ratusan.
Museum ini tentu saja menjadi destinasi yang tepat untuk belajar sejarah. Anda bisa menyimpan koleksi etnografi, arkeologi, seni rupa, keramik, biologi, hingga numismatik.
Museum Balaputradeva
Museum Balaputradeva menyimpanan koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Keajaan Sriwijaya, zaman Kesultanan Palembang, hingga zaman kolonialisme Belanda. Lokasinya terletak di Jalan Srijaya nomor 1, Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang.
Di museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi arca yang berasal dari zaman megalitikum di Sumatera Selatan, informasi sejarah berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Kemudian benda-benda peninggalan zaman Kesultanan Palembang, rumah Limas yang menjadi gambar di uang Rp10.000, dan rumah Ulu.
Taman Kerajaan Sriwijaya
Taman Kerajaan Sriwijaya merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepian Sungai Musi–tepatnya di Jalan Syakyakirti, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus. Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya menyimpan berbagai artefak yang dilengkapi dengan informasi pendukung guna meambah wawasan pengunjung.
Di tempai ini juga terdapat pulau buatan, taman rumput, dan replika kapal Laksamana Cheng Ho, yang menjadi spot foto favorit.
Museum Al-Quran Palembang
Di Museum Al-Quran pengunjung akan dibuat takjub dengan sebuah ukiran tulisan di atas permukaan kayu berjenis trembesu. Ukiran ini memiliki panjang 177 sentimeter, lebar 140 meter dan tebal 2,5 sentimeter.
Satu hal yang pasti, pengunjung juga dapat mengabadikan momen di Museum Al-Quran Palembang untuk dibagikan di mesia sosial. [Fathur]





















