15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 5 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Ikhtiar Meneladani Perjuangan Nabi Muhammad SAW

Oleh M Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
24 October 2022
in Laput
0
foto: paragram.id

Tak ada seorang pun di dunia ini yang semulia Rasulullah SAW. Bahkan pengakuan ini pernah ditulis seorang non-Muslim Michael H. Hart dalam The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History yang menempatkan Nabi Muhammad di urutan pertama.

Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi memaparkan alasan Michael Hart mengakui Nabi Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia. Jawaban Michael Hart sangat menarik, dia menyebut Nabi Muhammad sebagai sebuah kebenaran.

“Ia tidak bisa mengingkari bahwa apa yang disampaikan oleh Muhammad diikuti oleh miliaran orang. Para pengikut itu pun komitmen dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad,” kata Prof Hamid Fahmy Zarkasyi melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Senin (12/9/2022).

Michael Hart mengakui, tidak melihat hal serupa dalam agama Nasrani. Tidak ada orang Nasrani yang sanggup memperjuangkan keyakinan seperti orang Islam memperjuangkan keyakinan mereka. Tidak ada pula yang bisa mempertahankan Bibel seperti orang Islam mempertahankan al-Qur’an.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

“Orang Islam mempertahankan Islam, berani ikut berperang kehilangan nyawa demi agama. Michael Hart tidak melihat itu dalam agama selain Islam. Dia menyebut Nabi Muhammad mustahil berbohong karena tidak mungkin ada kebohongan yang diikuti miliaran orang sampai hari ini,” ujar Rektor Universitas Darussalam Gontor ini.

Selain itu ada juga seorang Katolik di Barat yang memberi pengakuan terhadap agama Islam begini, “Kalau saya disuruh memilih agama yang ada di dunia ini, saya akan memilih Islam, karena orang Islam itu intoleran. Maksud saya, orang yang intoleran terhadap sesuatu yang bertentangan dengan agamanya adalah orang yang mempunyai pendirian.”

Orang Katolik itu sangat kagum terhadap pendirian umat Islam. Ia menyebut umat Islam sangat intoleran terhadap sesuatu yang bertentangan dengan akidah mereka. Kalau dia toleran terhadap semua hal, artinya tidak ada pendirian. Umat Islam tidak toleran dengan LGBT, penghinaan Nabi Muhammad, penghina al-Qur’an, dan lain sebagainya.

Islam adalah peradaban yang memberi kesejahteraan pada peradaban lain. Ajaran Islam telah menjadi pandangan hidup yang dinamis yang kelak memberi manfaat bagi seluruh umat manusia dan kemajuan peradaban Islam betul-betul komprehensif. Rasulullah membangun peradaban Islam dengan tiga pilar: pendidikan, ekonomi, dan gerakan politik.

Dalam bidang pendidikan, ahlus suffah atau sahabat penuntut ilmu yang tinggal di Masjid Nabawi merupakan kelompok paling menonjol pada masa Rasulullah. Dari situ lahir orang-orang hebat seperti Abu Hurairah, Salman al-Farisi, Abdullah ibn Mas’ud, az-Zuhri, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Bilal, dan orang-orang yang pakar di bidangnya.

Para sahabat belajar kepada Rasulullah sangat komprehensif, tidak melewatkan satu ayat pun kecuali ayat itu dihafal dan diamalkan. Dari situ, tradisi intelektual Islam berkembang menjadi madrasah dengan asas al-Qur’an yang mengajarkan tadabur, tafakur, ada istilah ulul albab dan rasikhuna fil ilmi. Itu terminologi yang sangat akademis dalam Islam.

Peradaban ilmu kemudian dilanjutkan dengan peradaban politik. Dalam politik, Islam masuk ke sebuah negara dengan memakmurkan bukan merampok. Adakah penjajah yang mencerdaskan orang yang dijajah hingga menjadi lebih pintar dari orang yang menjajah? Adakah penjajah yang tidak membawa hasil jajahannya ke negara asalnya?

“Ada tidak orang Arab yang menyebarkan Islam ke Indonesia kemudian mereka membawa kekayaan Indonesia ke Madinah atau Mekkah. Itu ilusi. Tidak pernah terjadi seperti itu. Justru Belanda dan penjajah-penjajah lainnya mengambil sesuatu dari negara kita. Mereka juga tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan umat Islam,” ujarnya.

Adapun beberapa faktor penyebab peradaban Islam mengalami kemunduran, Prof Hamid menjelaskan, titik kehancuran bermula dari tindakan amoral di kalangan orang Islam dan pola pikir mencari nafkah menjadi sangat dominan dibanding mencari ilmu. Ada ketidakadilan di kalangan penguasa dan kezaliman menyebar di kalangan elit masyarakat.

Ada juga orientasi kemewahan mulai tumbuh dalam didikan masyarakat. Ada penarikan pajak yang semakin tinggi. Yang dicatat oleh Ibnu Khaldun penguasa ikut berbisnis, itu ternyata berlanjut sampai sekarang, rusaknya kekuasaan ketika penguasa ikut berbisnis.

Kehancuran bermuara saat umat Muslim memiliki komitmen rendah terhadap agama. “Agama tak lagi dijadikan prioritas sehingga tindakan amoral tak bisa dibendung. Terakhir, penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat. Ulama salah dalam menggunakan ilmunya dan para mujahidin juga tidak tepat menggunakan pedangnya,” ujarnya.

Menurut Zafarul Islam Khan, doktor Kajian Islam di Universitas Manchester dalam artikel di The Milli Gazette, tidak ada yang menyangkal bahwa Muslim kontemporer hari-hari ini dibenci, dihina, dan dianggap terbelakang, baik sebagai mayoritas maupun minoritas. Bukan karena umat Muslim miskin, tak berpendidikan, atau kekurangan kekuatan politik.

Namun, karena kita telah mengubah Islam menjadi ritual tidak bernyawa. Begitu di luar masjid atau kembali dari Mekkah dan Madinah, tidak ada perbedaan dalam karakter kita. “Hampir tidak menarik bagi kita untuk menjalankan Islam dalam kehidupan nyata di rumah, tempat kerja, dan di jalanan,” katanya seperti dikutip Republika (1/4/2021).

Kita hidup tanpa beban, seolah-olah Islam tak memiliki kewajiban-kewajiban dan tak akan ada hari penghakiman. Hidup kita hampir tak berbeda dari mereka yang tak percaya Islam, jika tidak bisa disebut lebih buruk. Mengubah Islam yang revolusioner menjadi ritual tak bernyawa merupakan akibat langsung dari pengucilan kita terhadap al-Qur’an.

Padahal, al-Qur’an memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan. Itu dipercayakan dengan misi menjadi saksi kebenaran di hadapan umat manusia. “Untuk menjalankan misi ini, pertama-tama kita harus kembali ke jalan yang lurus dalam pemikiran dan perilaku. Dengan begitu, kita dapat memberi kesaksian di hadapan dunia,” katanya.

Kenapa umat Islam saat ini tertinggal, Ustadz Adi Hidayat berkata, umat Islam harus melihat bagaimana perjuangan umat Islam dulu membawa Islam hingga maju dan berkembang. “Apa spirit mereka. Apa karya mereka. Bagaimana kesungguhan mereka. Itu yang kita transformasikan di kehidupan sekarang,” ujarnya di kanal Adi Hidayat Official.

Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 110 yang intinya menjelaskan bagaimana umat Islam kembali pada ajaran-ajaran yang benar dengan spirit al-Qur’an. Selanjutnya untuk menjadi insan yang baik dan maju niatkan ikhlas sebagai ibadah kepada Allah SWT.

“Jika umat sudah memiliki attitude yang benar, maka akan muncul amar makruf nahi munkar. Dengan adanya amar makruf nahi munkar, umat Islam dapat mengkreasikan spirit perjuangan pada masa dulu. Jadi, amar makruf kalau sudah melekat pada diri kita, apapun yang dikreasikan selalu yang diharapkan hal yang baik,” tandas UAH. []

Tags: Maulid Nabi
Share17Tweet11Send
Previous Post

Maulid Nabi Muhammad, Momentum Kebangkitan Umat

Next Post

G7 Kecam Pengambilalihan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia oleh Rusia

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result