pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 10 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Pesantren

Oleh Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, Pondok Pesantren Dar Al-Qur’an Kebonbaru, Arjawinangun, Cirebon

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
11 December 2022
in Tafsir
0
Pesantren

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi Mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah: 122)

Ayat di atas terkait dengan peristiwa perang Tabuk. Pada saat itu Nabi menggelorakan dan memobilisasi para sahabatnya agar bergerak menuju ke Tabuk untuk menghadang pasukan Romawi yang akan bergerak ke Madinah untuk memerangi Rasul dan sahabatnya. Ada beberapa sahabat yang tidak berangkat ke Tabuk antara lain Ka’b bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayah. Ketiga orang ini mendapat teguran dari Allah. Mereka terisolir dari pergaulan dengan sesama sahabat yang lain sehingga ketiganya merasakan kepedihan yang sangat dan menyesali atas perbuatannya. Mereka pun bertobat dan Allah menerima tobatnya. Setelah kejadian ini, semua sahabat bertekad untuk pergi ke medan perang. Melihat gelagat ini Allah mengingatkan kepada mereka agar tidak semua sahabat pergi ke medan perang meninggalkan Rasulullah di Madinah. Hendaknya ada satu kelompok di antara mereka yang terus menemani Nabi di Madinah, untuk memperdalam ilmu agama Islam dari baginda Nabi. Merekalah yang nantinya menyebarkan ilmu pengetahuan agama kepada teman-temannya yang lain.

Substansi dari ayat di atas yaitu himbauan kepada umat Islam agar tidak semua orang pergi ke tempat kerjanya masing-masing, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, tapi hendaklah di antara sekelompok besar masyarakat (Firqah) ada sekelompok masyarakat (Thaifah) yang khusus menekuni dan mendalami bidang agama Islam, apakah di tempatnya masing masing atau merantau ke tempat lain untuk berguru kepada para Ulama/Kiai/Ajengan/Tuan Guru. Mereka itulah kelak yang akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang ajaran agama Islam.

BACA JUGA

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Ringkasnya harus ada pembagian tugas di antara kaum Muslimin. Ada yang menangani urusan kehidupan umum (duniawi) dan ada yang menangani urusan agama. Dalam sejarah umat Islam pembagian tugas ini telah terlaksana dengan baik. Maka ditemukan ada institusi Pendidikan yang melulu mengajarkan ilmu-ilmu keislaman dan ada pula yang mengajarkan ilmu-ilmu umum dan ada yang menggabungkan di antara keduanya. Di Indonesia Lembaga Pendidikan yang mengedepankan ilmu-ilmu keislaman dikenal dengan nama Pesantren.

Ayat di atas menjadi landasan utama bagi wujudnya sistem pesantren, karena pesantren adalah lembaga “Tafaqquh fiddin” atau lembaga yang tujuan utamanya  memperdalam ajaran agama Islam.

Pesantren

Kata pesantren menurut sebagian kalangan berasal dari kata shastri yang artinya orang yang tahu buku-buku suci dalam agama Hindu. Ada yang mengatakan bahwa kata santri berasal dari Bahasa Tamil yang artinya guru mengaji. Dalam terminologi sistem pendidikan agama Islam di Indonesia, Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Islam yang mengedepankan pengajaran agama Islam dan akhlak yang mulia kepada para santri yang hidup pada satu padepokan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padepokan tersebut pada akhirnya disebut dengan istilah Pesantren.

Dalam pesantren, faktor yang harus ada yaitu kiai/pengasuh, ulama/ajengan, Tuan Guru, tempat pemondokan, masjid/langgar, santri dan materi pembelajaran. Di pesantren inilah santri dididik untuk menjadi pribadi yang bertakwa, shalih, ikhlas, sederhana, berdikari, mau bekerjasama, mengerti tentang ilmu-ilmu keislaman.

Sejarah Pesantren

Jika dilihat dari segi substansi dari pesantren maka sebenarnya hal yang semacam itu sudah ada semenjak dari zaman Nabi. Ketika Nabi masih berada di Mekkah pada permulaan Dakwah, Nabi menggunakan rumah sahabat Arqam bin Abil Arqam menjadi tempat untuk mengajarkan agama Islam.

Kemudian ketika Nabi hijrah ke Madinah, Nabi menempatkan mereka (kaum Muhajirin) di belakang Masjid Nabawi sebagai tempat pemondokan para sahabat Muhajirin. Jumlah mereka sekitar 500 lebih. Mereka yang menempati tempat itu disebut sebagai “Ashhabussuffah.” Di tempat inilah mereka berkumpul, hidup bersama seia sekata, sehina semalu. Mereka mendapatkan ajaran Islam secara langsung dari Nabi. Dalam perjalanan sejarahnya kaum Muslimin telah melakukan upaya-upaya yang sangat serius untuk mendirikan madrasah-madrasah dan menyediakan tempat-tempat kepada para pencari ilmu yang datang dari luar daerah. Nama tempat-tempat itu disebut “Ribath”. Fungsinya seperti pondok pesantren. Di Masjid al Azhar di Mesir ada bilik-bilik untuk siswa yang datang dari luar negeri termasuk Indonesia yang disebut ”Ruwaq”.

Di India setiap madrasah mempunyai pemondokan persis seperti pesantren. Seperti Madrasah Deoband, Madrasah Dar al Hadis di Banares, Patna dan lain-lainnya.

Pesantren di Indonesia

Kemunculan sebuah pesantren berawal dari keberadaan seorang kiai/ulama di satu desa yang mengajarkan keislaman dan ilmu-ilmunya kepada penduduk setempat. Sejalan dengan waktu, jumlah santri semakin bertambah, bahkan santri-santri yang datang dari daerah yang lebih jauh. Sang Kiai dengan ikhlas menyediakan tanah pekarangannya untuk di bangun bilik bilik/bedeng yang sederhana untuk menampung para santri tersebut.

Tidak diketahui secara pasti kapan mulainya muncul pesantren di Indonesia. Ada yang menyebutkan bahwa Sunan Ampel atau Sunan Gresik yang bernama Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Sembilan telah mendirikan masjid dan padepokan (pondok pesantren) di Ampel pada abad ke-14. Di tempat inilah Sunan Gresik mengajarkan Islam dan ilmu-ilmu keislaman kepada para pengikutnya. Setelah itu pada setiap pusat penyebaran agama Islam bisa dipastikan ada bilik-bilik pemondokan seperti itu. Ada tempat-tempat pemondokan seperti itu.

Harus diakui bahwa pesantren-pesantren yang muncul pada abad-abad 15 sampai dekade 1950-an bercirikan tradisional. Belum ada kelas-kelas yang membedakan tingkat keilmuan para santri. Tapi semua santri diajarkan materi yang sama. Namun sejalan dengan waktu diadakan sistem klasikal yang membedakan antara santri senior dan yunior. Kitab kitab yang diajarkan umumnya kitab-kitab fikih Syafi’i, akhlak, tasawuf, melalui kitab kitab yang berbahasa Arab.

Harus diakui bahwa keberadaan para mukimin Indonesia yang telah lama bermukim di Hijaz dan menimba ilmu-ilmu keislaman dari ulama-ulama di sana mempunyai andil yang sangat besar dalam pembelajaran ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. Di antara mereka yaitu Syekh Nawawi Banten (1813-1897). Karya-karya Syekh Nawawi seperti Sullam al Munajat, Safinah al-Najat, Safinatussalat, Nashaih al Ibad, Nuruzzalam, Maraqi al ‘Ubudiyah, Nihayatuzzain, ‘Uqud al Lujain, Tafsir Marah Labid (Tafsir al Munir) dan lain-lainnya, mempunyai pengaruh yang besar dalam menciptakan budaya keislaman di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa.

Dalam perkembangannya, pesantren mengalami kemajuan yang sangat signifikan, baik dari segi materi keilmuan maupun metodologi pengajaran dan pendidikan atau fisik bangunan.

Ada beberapa jenis pesantren: ada pesantren yang masih tetap mempertahankan sistem tradisionalnya, dan menggunakan kitab-kitab darasnya seperti masa lalunya. Ada pesantren yang membuka sekolah formal dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Betapapun demikian nilai-nilai dan norma-norma kepesantrenan seperti keshalihan dalam beribadah, memelihara adab dan tatakrama, taat kepada guru/kiai, masih tetap di jaga dan dilestarikan.

Ada juga pesantren yang menggabungkan antara sistem tradisional dan modern. Dengan beragamnya jenis pesantren, masyarakat bisa memilih pesantren yang bisa menjanjikan untuk kelangsungan dan eksistensi masa depan anak-anak mereka.

Sampai saat ini minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren masih tinggi. Banyak masyarakat yang mewaqafkan tanahnya untuk dibikinkan pesantren.

Jumlah pesantren di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah secara signifikan. Jumlah pesantren di Indonesia saat ini (April 2022) yaitu 26.975 dengan jumlah santri 2.065.000. (Dir. Kepesantrenan Kemenag). []

Tags: Pesantren
Share10Tweet6Send
Previous Post

Warga Maroko Rayakan Keberhasilan Timnya Masuk Semifinal World Cup 2022

Next Post

Pesantren Modern Primago Depok Adakan Tes Masuk PPDB Gelombang 1

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result