pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 12 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Pesantren

Oleh Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, Pondok Pesantren Dar Al-Qur’an Kebonbaru, Arjawinangun, Cirebon

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
11 December 2022
in Tafsir
0
Pesantren

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi Mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah: 122)

Ayat di atas terkait dengan peristiwa perang Tabuk. Pada saat itu Nabi menggelorakan dan memobilisasi para sahabatnya agar bergerak menuju ke Tabuk untuk menghadang pasukan Romawi yang akan bergerak ke Madinah untuk memerangi Rasul dan sahabatnya. Ada beberapa sahabat yang tidak berangkat ke Tabuk antara lain Ka’b bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayah. Ketiga orang ini mendapat teguran dari Allah. Mereka terisolir dari pergaulan dengan sesama sahabat yang lain sehingga ketiganya merasakan kepedihan yang sangat dan menyesali atas perbuatannya. Mereka pun bertobat dan Allah menerima tobatnya. Setelah kejadian ini, semua sahabat bertekad untuk pergi ke medan perang. Melihat gelagat ini Allah mengingatkan kepada mereka agar tidak semua sahabat pergi ke medan perang meninggalkan Rasulullah di Madinah. Hendaknya ada satu kelompok di antara mereka yang terus menemani Nabi di Madinah, untuk memperdalam ilmu agama Islam dari baginda Nabi. Merekalah yang nantinya menyebarkan ilmu pengetahuan agama kepada teman-temannya yang lain.

Substansi dari ayat di atas yaitu himbauan kepada umat Islam agar tidak semua orang pergi ke tempat kerjanya masing-masing, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, tapi hendaklah di antara sekelompok besar masyarakat (Firqah) ada sekelompok masyarakat (Thaifah) yang khusus menekuni dan mendalami bidang agama Islam, apakah di tempatnya masing masing atau merantau ke tempat lain untuk berguru kepada para Ulama/Kiai/Ajengan/Tuan Guru. Mereka itulah kelak yang akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang ajaran agama Islam.

BACA JUGA

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Ringkasnya harus ada pembagian tugas di antara kaum Muslimin. Ada yang menangani urusan kehidupan umum (duniawi) dan ada yang menangani urusan agama. Dalam sejarah umat Islam pembagian tugas ini telah terlaksana dengan baik. Maka ditemukan ada institusi Pendidikan yang melulu mengajarkan ilmu-ilmu keislaman dan ada pula yang mengajarkan ilmu-ilmu umum dan ada yang menggabungkan di antara keduanya. Di Indonesia Lembaga Pendidikan yang mengedepankan ilmu-ilmu keislaman dikenal dengan nama Pesantren.

Ayat di atas menjadi landasan utama bagi wujudnya sistem pesantren, karena pesantren adalah lembaga “Tafaqquh fiddin” atau lembaga yang tujuan utamanya  memperdalam ajaran agama Islam.

Pesantren

Kata pesantren menurut sebagian kalangan berasal dari kata shastri yang artinya orang yang tahu buku-buku suci dalam agama Hindu. Ada yang mengatakan bahwa kata santri berasal dari Bahasa Tamil yang artinya guru mengaji. Dalam terminologi sistem pendidikan agama Islam di Indonesia, Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Islam yang mengedepankan pengajaran agama Islam dan akhlak yang mulia kepada para santri yang hidup pada satu padepokan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padepokan tersebut pada akhirnya disebut dengan istilah Pesantren.

Dalam pesantren, faktor yang harus ada yaitu kiai/pengasuh, ulama/ajengan, Tuan Guru, tempat pemondokan, masjid/langgar, santri dan materi pembelajaran. Di pesantren inilah santri dididik untuk menjadi pribadi yang bertakwa, shalih, ikhlas, sederhana, berdikari, mau bekerjasama, mengerti tentang ilmu-ilmu keislaman.

Sejarah Pesantren

Jika dilihat dari segi substansi dari pesantren maka sebenarnya hal yang semacam itu sudah ada semenjak dari zaman Nabi. Ketika Nabi masih berada di Mekkah pada permulaan Dakwah, Nabi menggunakan rumah sahabat Arqam bin Abil Arqam menjadi tempat untuk mengajarkan agama Islam.

Kemudian ketika Nabi hijrah ke Madinah, Nabi menempatkan mereka (kaum Muhajirin) di belakang Masjid Nabawi sebagai tempat pemondokan para sahabat Muhajirin. Jumlah mereka sekitar 500 lebih. Mereka yang menempati tempat itu disebut sebagai “Ashhabussuffah.” Di tempat inilah mereka berkumpul, hidup bersama seia sekata, sehina semalu. Mereka mendapatkan ajaran Islam secara langsung dari Nabi. Dalam perjalanan sejarahnya kaum Muslimin telah melakukan upaya-upaya yang sangat serius untuk mendirikan madrasah-madrasah dan menyediakan tempat-tempat kepada para pencari ilmu yang datang dari luar daerah. Nama tempat-tempat itu disebut “Ribath”. Fungsinya seperti pondok pesantren. Di Masjid al Azhar di Mesir ada bilik-bilik untuk siswa yang datang dari luar negeri termasuk Indonesia yang disebut ”Ruwaq”.

Di India setiap madrasah mempunyai pemondokan persis seperti pesantren. Seperti Madrasah Deoband, Madrasah Dar al Hadis di Banares, Patna dan lain-lainnya.

Pesantren di Indonesia

Kemunculan sebuah pesantren berawal dari keberadaan seorang kiai/ulama di satu desa yang mengajarkan keislaman dan ilmu-ilmunya kepada penduduk setempat. Sejalan dengan waktu, jumlah santri semakin bertambah, bahkan santri-santri yang datang dari daerah yang lebih jauh. Sang Kiai dengan ikhlas menyediakan tanah pekarangannya untuk di bangun bilik bilik/bedeng yang sederhana untuk menampung para santri tersebut.

Tidak diketahui secara pasti kapan mulainya muncul pesantren di Indonesia. Ada yang menyebutkan bahwa Sunan Ampel atau Sunan Gresik yang bernama Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Sembilan telah mendirikan masjid dan padepokan (pondok pesantren) di Ampel pada abad ke-14. Di tempat inilah Sunan Gresik mengajarkan Islam dan ilmu-ilmu keislaman kepada para pengikutnya. Setelah itu pada setiap pusat penyebaran agama Islam bisa dipastikan ada bilik-bilik pemondokan seperti itu. Ada tempat-tempat pemondokan seperti itu.

Harus diakui bahwa pesantren-pesantren yang muncul pada abad-abad 15 sampai dekade 1950-an bercirikan tradisional. Belum ada kelas-kelas yang membedakan tingkat keilmuan para santri. Tapi semua santri diajarkan materi yang sama. Namun sejalan dengan waktu diadakan sistem klasikal yang membedakan antara santri senior dan yunior. Kitab kitab yang diajarkan umumnya kitab-kitab fikih Syafi’i, akhlak, tasawuf, melalui kitab kitab yang berbahasa Arab.

Harus diakui bahwa keberadaan para mukimin Indonesia yang telah lama bermukim di Hijaz dan menimba ilmu-ilmu keislaman dari ulama-ulama di sana mempunyai andil yang sangat besar dalam pembelajaran ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. Di antara mereka yaitu Syekh Nawawi Banten (1813-1897). Karya-karya Syekh Nawawi seperti Sullam al Munajat, Safinah al-Najat, Safinatussalat, Nashaih al Ibad, Nuruzzalam, Maraqi al ‘Ubudiyah, Nihayatuzzain, ‘Uqud al Lujain, Tafsir Marah Labid (Tafsir al Munir) dan lain-lainnya, mempunyai pengaruh yang besar dalam menciptakan budaya keislaman di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa.

Dalam perkembangannya, pesantren mengalami kemajuan yang sangat signifikan, baik dari segi materi keilmuan maupun metodologi pengajaran dan pendidikan atau fisik bangunan.

Ada beberapa jenis pesantren: ada pesantren yang masih tetap mempertahankan sistem tradisionalnya, dan menggunakan kitab-kitab darasnya seperti masa lalunya. Ada pesantren yang membuka sekolah formal dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Betapapun demikian nilai-nilai dan norma-norma kepesantrenan seperti keshalihan dalam beribadah, memelihara adab dan tatakrama, taat kepada guru/kiai, masih tetap di jaga dan dilestarikan.

Ada juga pesantren yang menggabungkan antara sistem tradisional dan modern. Dengan beragamnya jenis pesantren, masyarakat bisa memilih pesantren yang bisa menjanjikan untuk kelangsungan dan eksistensi masa depan anak-anak mereka.

Sampai saat ini minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren masih tinggi. Banyak masyarakat yang mewaqafkan tanahnya untuk dibikinkan pesantren.

Jumlah pesantren di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah secara signifikan. Jumlah pesantren di Indonesia saat ini (April 2022) yaitu 26.975 dengan jumlah santri 2.065.000. (Dir. Kepesantrenan Kemenag). []

Tags: Pesantren
Share7Tweet5Send
Previous Post

Warga Maroko Rayakan Keberhasilan Timnya Masuk Semifinal World Cup 2022

Next Post

Pesantren Modern Primago Depok Adakan Tes Masuk PPDB Gelombang 1

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result