Islamabad, Gontornews — Pemerintah Pakistan, Ahad (15/1/2023), meluncurkan kampanye anti-polio pertama pada tahun 2023. Pemerintah menargetkan 44,2 juta anak di bawah usia lima tahun penerima vaksin polio.
Pakistan dan Afghanistan merupakan dua negara dengan permasalahan polio yang terus mengancam kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Sebagaimana diketahui, penyakit polio mempengaruhi sistem saraf anak dan akhirnya menyebabkan kelumpuhan.
Channel News Asia melaporkan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif memulai kampanye nasionalnya dengan memberikan obat tetes polio kepada anak-anak yang tinggal di Islamabad. Dalam sambutannya, PM Shahbaz menyayangkan negaranya masih menjadi satu dari sekian negara yang belum terbebas dari polio.
Tahun lalu, pemerintah mengonfirmasi dua puluh kasus polio di wilayah kesukuan Waziristan Utara. PM Sharif mengakui jika penyakit polio pada anak-anak bisa diatasi melalui jalan imunisasi.
Rencananya, pemerintah akan memberikan imunisasi kepada 44 juta anak yang tersebar di 156 distrik di Pakistan. Termasuk, 22,54 juta anak di Punjab, 10,1 juta anak di Sindh dan 7,4 jua anak di Provinsi Kyber Pakhtunkhwa.
Sharif mengakui pemerintahnya bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan seperti milarder Bill Gates dan badan kesehatan dunia (WHO), secara efektif berkontribusi terhadap pemberantasan polio di Pakistan.
Selain pemberian vaksin kepada anak, PM Sharif juga memberikan sertifikat penghargaan kepada para petugas kesehatan anti-polio seraya mengatakan bahwa perjuangan mereka tidak ternilai. Penghargaan ini muncul seiring dengan terjadinya serangan terhadap para petugas hingga keterlibatan pihak kepolisian dalam melindungi mereka.
Kelompok militan di Pakistan menganggap kampanye vaksinasi polio merupakan konspirasi Barat dalam mensterilkan anak-anak. [Mohamad Deny Irawan]


















