Yogyakarta, Gontornews — Beragam cerita mengiringi rencana kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia. Seorang pendeta dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Esra Alfred Soru telah mengirim surat kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), panitia yang mendatangkan ulama asal Mumbay, India, itu untuk berdebat dengan kristolog dunia tersebut. Pendeta itu memaksa untuk berdebat dengan Zakir Naik, meskipun argumentasinya pernah dipatahkan oleh kristolog Indonesia Ust Ihsan Mokoginta dalam acara talkshow di Jawa Timur.
Kepada gontornews.com, panitia acara talkshow bersama Dr Zakir Naik, Nasrullah SH MAC mengungkapkan, pada intinya panitia akan membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin menyanggah pendapat Zakir Naik. “Sesuai kebiasaannya, debat tersebut tidak hanya menghadirkan kaum Muslimin tapi juga non-Muslim,†begitu Nasrullah mengutip salah satu ketentuan yang disampaikan manajemen Dr Zakir Naik.
Sejauh ini panitia mengikuti saran dari manajemen Dr Zakir Naik bahwa untuk mengundang kristolog kelas dunia ini, pihak pengundang harus menggelar acara debat publik yang tidak hanya menghadirkan kaum Muslimin tapi juga non-Muslim. “Kami sudah menyiapkan Hall UMY berkapasitas 6.000 peserta,†tutur dosen Fakultas Hukum UMY ini.
Ketentuan lainnya, selama kunjungan ke Indonesia, Zakir Naik tidak mau dibayar karena ini merupakan bagian dari dakwahnya. Manajemen Zakir Naik juga menyampaikan ada 17 pertanyaan yang harus di jawab. Sejauh ini panitia sudah mengirim surat dua kali, pertama surat undangan kepada Zakir Naik ke Indonesia, surat kedua menyampaikan persiapan panitia di Indonesia.
Namun panitia belum bisa menentukan jadwal dialog publik yang banyak dinanti masyarakat tersebut. “Sekarang kami masih menunggu konfirmasi selanjutnya,†ujar pria kelahiran Palembang, 17 Juni 1970, ini melalui sambungan telepon Rabu (27/4) sore.
Untuk mengatur perizinannya, panitia UMY sudah berkoordinasi dengan panitia pusat yang sudah menyampaikan rencana ini kepada Wapres RI Jusuf Kalla dan direstuinya. Izin tersebut nantinya akan ditindaklanjuti panitia lokal dengan berkoordinasi dengan pihak keamanan di Yogyakarta. “Acara dialog publik ini adalah bagian dari rangkaian acara milad UMY,†paparnya.
Sebelumnya, berita tentang kedatangan Zakir Naik ke Indonesia banyak beredar di media sosial sehingga melalui Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, panitia telah mengonfirmasi langsung berita tersebut ke manajemen Zakir Naik yang sedang berada di Malaysia dan hasilnya Zakir Naik tidak memiliki agenda ke Indonesia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil konfirmasi panitia ke pihak Bandara Soekarno Hatta.
Panitia mengharapkan agar masyarakat tidak mempercayai berita tentang kehadiran Zakir Naik berikut jadwal ceramahnya, kecuali apabila ada informasi resmi yang dikeluarkan oleh panitia melalui website resmi UNIDA, UMY, UHAMKA dan ITS. Serta tidak terpancing dan terkecoh oleh berita berita-berita yang tidak valid, yang mungkin saja sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk maksud dan kepentingan tertentu. [Ahmad Muhajir/Rusdiono Mukri]
























