Jakarta, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirimkan dua kontingen putra-putri dalam perhelatan Jambore Pramuka Dunia (World Scout Jamboree/WSJ) ke-25 di Saemangeum, Korea Selatan. Acara yang diselenggarakan pada 1 hingga 12 Agustus 2023 itu meninggalkan catatan gemilang jelang 100 tahun usia PMDG pada 2026 mendatang.
Bagi PMDG, WSJ merupakan festival pembelajaran kepramukaan dunia yang sangat luar biasa. Dalam pengarahannya, Sabtu (29/07/2023), guru senior PMDG Ustadz Suraji Badi’ menjelaskan bahwa WSJ merupakan tempat bagi kaum muda dan sukarelawan untuk membangun persahabatan dan keterampilan baru yang amat berguna bagi kehidupan di masa mendatang.
Dari Gontor, para kontingen berangkat menuju Bumi Perkemahan Cibubur untuk mendapatkan pengarahan dan nasihat dari Kak Kwartir Nasional, Jenderal Budi Waseso, beserta perwakilan WSJ Korea Selatan. Selain kontingen PMDG, Kwartir Nasional Republik Indonesia mengirimkan sekitar 500 pramuka yang diberangkatakan ke Korea Selatan untuk mengikuti even empat tahunan tersebut.
Meski dihantam dengan suhu panas dan catatan minor penyelenggaraan WSJ Korea Selatan, kontingen Gontor dan Indonesia tetap bersemangat dalam melaksanakan setiap kegiatan secara maksimal dan bermakna. Salah satu pengalaman paling bermakna bagi para kontingen yaitu saat mereka dievakuasi oleh pemerintah dari lokasi WSJ di Saemangeum ke Universitas Wongkwang Korea seiring datangnya ancaman Badai Khanun pada 9-10 Agustus 2023.
“Kontingen Gontor Putri yang menjadi peserta Jamboree Pramuka Dunia ke-25 hari ini mendapatkan pengalaman baru setelah dievakuasi dari Saemangeum ke Universitas Wongwang Korea Selatan yang dilakukan karena adanya prediksi akan terjadi Thufan Korea pada 9-10 Agustus 2023,” ungkap keterangan PMDG dalam akun Instagram-nya.
Pengalaman unik lain adalah saat mereka melihat pelestarian taman di kota Iksan. Para kontingen Gontor bahkan berkenan untuk mengunjungi museum Iksan untuk belajar membuat dan mendekorasi kipas tradisional Korea, balon, lampion serta mencoba toga yang menjadi pakaian khas Korea.
Pada Kamis (10/08/2023), kontingen Gontor berkenan untuk tampil dalam sesi performance yang dihelat di Indoor Hall Wonkwang University. Kontingen Putra menampilkan tari Reog Ponorogo, sementara kontingen Putri mempersembahkan tari gabungan Nusantara Collaboration.
“Tidak ada yang terlihat lesu, seluruh peserta tampak bersemangat saat menyuguhkan budaya khas Indonesia pada acara ini,” jelas keterangan PMDG.
Keesokan harinya, Jumat (11/08/2023), berlangsung penutupan kegiatan WSJ ke-25 di Seoul World Cup Stadium. Acara penutupan dimulai dengan sambutan dari Ketua Youth Service South Korea sekaligus Sekretaris organisasi kepramukaan dunia, World Organization of Scout Movement (WOSM), Ahmad Alhendawi dan perwakilan pemerintah Korea Selatan di Seoul.
Pada acara ini pula, Alhendawi mengumumkan bahwa Polandia akan menjadi tuan rumah Jambore pramuka dunia ke-26 yang dihelat pada tahun 2027 mendatang.
“Seluruh peserta antusias menonton penampilan tersebut termasuk kontingen PMDG yang mendapat tempat duduk di Ground Area bersama seluruh kontingen Indonesia lainnya,” tutup PMDG. [Mohamad Deny Irawan]























