Teheran, Gontornews — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, Sabtu (23/12/2023), mewakili Indonesia dalam Konferensi Internasional Tehran untuk Palestina (Tehran International Conference on Palestine/TICP). Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 50 negara tersebut, Kiai Hasan menegaskan bahwa umat Islam di Indonesia mendukung penuh perjuangan kemerdekaan Palestina.
Pars Today melaporkan bahwa Konferensi yang diselenggarakan di Hotel Azadi ini dihadiri oleh mantan diplomat, diplomat aktif, cendekiawan, ulama besar dan tokoh-tokoh agama dari seluruh dunia. Para peserta yang hadir berkesempatan untuk tukar pandangan mengenai dampak politik dan hukum dari perang antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza.
“Para peserta juga membahas cara-cara untuk segera menghentikan kejahatan rezim Zionis Israel di Palestina,” ungkap keterangan media Iran berbahasa Indonesia, Pars Today.
Saat konferensi berlangsung, otoritas Palestina di Gaza melaporkan, jumlah syuhada di Gaza telah mencapai lebih 20.000 orang sejak serangan militer Israel terjadi pada 7 Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 8000 korban tewas anak-anak sementara 6.200 lainnya perempuan. Sedangkan korban luka-luka telah mencapai lebih dari 52.600 orang.
Sebelum pertemuan berlangsung, Presiden Iran Ebrahim Raisi, sebagaimana dilansir Xinhua, menuduh Amerika Serikat sebagai pelanggar demokrasi utama dan terbesar di dunia. Raisi meminta Amerika Serikat menghentikan rencana masa depan kawasan di Gaza serta menyerahkan penentuan masa depan masyarakat Gaza oleh rakyat dan pemerintah Palestina yang sah.
Pada kesempatan yang sama, Raisi juga mengecam sistem hegemonik global di Gaza. Menurutnya, sistem tersebut melanggar hak asasi manusia di Gaza.
Terakhir, Pemimpin Iran kembali menyerukan agar negara-negara Muslim menghentikan ekspor komoditas, minyak, dan bahan bakar ke Israel. [Mohamad Deny Irawan]




















