Yogyakarta, Gontornews — Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1990, Sigit Ariansyah, meninggal dunia, Selasa 2 Januari 2024 pukul 15.00 WIB di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Semasa hidupnya, Ustadz Sigit, menghabiskan masa hidupnya sebagai pekerja seni.
Salah satu mahakarya almarhum adalah saat menjadi sutradara film ‘Jejak Langkah 2 Ulama (JL2U)’ yang mengisahkan perjuangan pendiri organisasi masyarakat Islam Nahdhatul Ulama (NU) Hadrotussyeikh Hasyim Asy’ari dan Persarikatan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.
Dalam catatan jurnalis senior alumnus PMDG ,Husen Sanusi, salah satu tokoh yang ingin ia angkat ke layar lebar, setelah JL2U, adalah kisah tentang perjuangan Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor: KH Ahmad Sahal, KH Zaenuddin Fananie, KH Imam Zarkasyi. Namun, karena minimnya sumber dan rasa ‘takut kualat’ jika salah, mimpi tersebut urung terlaksana hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (02/01/2024).
“Saya berani menyutradai film apa pun tapi untuk film Trimurti ini saya masih harus menguatkan batin. Trimurti Gontor adalah mahaguru, hati berkecamuk menggarap filmnya, membayangkan alur cerita dan golde scene-nya sudah ada tapi masih takut salah. Takut kualat!” ungkap Husen menuturkan kembali pesan Ustadz Sigit dalam sebuah forum obrolan ringan.
Demi memperingati 100 tahun Gontor pula, almarhum Ustadz Sigit didapuk Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM) Gontor sebagai ketua For Creator, sebuah forum pekerja seni dari kalangan alumnus Gontor.
Selain mimpi untuk membuat film Trimurti, Ustadz Sigit juga berkisah untuk mendirikan sebuah forum yang menghimpun alumni-alumni pesantren yang aktif dalam industri perfilman. Ia bahkan sudah menyiapkan sebuah nama untuk forum tersebut dengan nama Darul Aflam (Kampung Film).
“Saya ingin mendirikan sebuah ‘pesantren’ yang menaungi alumni-alumni pesantren yang aktif di bidang perfilman. Namanya nanti, Darul Aflam,” katanya saat menghadiri pertemuan pra-peringatan 100 Tahun Gontor, September 2023 silam, kepada Gontornews.
Husen tidak bisa menampik rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Ustadz Sigit karena jarang sekali muncul alumni yang berprofesi sebagai sutradara profesional dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, Husen yang mendampingi Ustadz Sigit saat menghadap Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, pasca penayangan film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ di PMDG Kampus 1 dan PMDG Putri Kampus 1 Mantingan, menyampaikan suka dukanya sebagai alumni Gontor yang harus menjadi penengah antara NU dan Muhammadiyah.
“Silaturahim ke Pimpinan Gontor ini jadi momentum Pak Sigit curhat ke Kiainya sekaligus menceritakan suka dukanya menyutradarai film Jejak Langkah 2 Ulama dimana sebagai alumni Gontor harus menjadi penengah,” sambung Husen.
“Hari ini (Selasa 2 Januari 2024), Allah SWT memanggil Pak Sigit dengan sangat mendadak. Kita sebagai alumni Gontor kehilangan dan bersedih atas kepergian beliau untuk selamanya. Selamat jalan Pak Sigit, terima kasih ilmunya, kami ikhlas dan meyakini amal jariyah antum diterima di sisi Allah Swt. Cita-citamu, insya Allah, akan kami lanjutkan,” tutup Alumnus PMDG tahun 2000 tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















