Jantho, Gontornews – Sebanyak 30 santri kelas akhir Pesantren Modern Al-Manar mendapatkan beasiswa santri guna persiapan masuk perguruan tinggi nasional dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tahun 2023. Para penerima beasiswa dari siswa akhir Pesantren Modern Al-Manar Aceh Besar mulai mengikuti bimbingan sejak 12 Februari 2024 yang diasuh langsung oleh tenaga pengajar bimbel profesional dari tenaga luar pesantren.
“Pembinaan dan persiapan santri masuk perguruan tinggi beasiswa santri BAZNAS. Santriwati kelas akhir Pesantren Modern Al-Manar mengikuti bimbingan serta motivasi masuk perguruan tinggi bersama Ustadzah Syarifah Nadhiya MA, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, mahasiswi S3 Fakultas Ushuluddin, UNISSA (Universitas Islam Sultan Sharif Ali), Brunei Darussalam,” ungkap Pesantren Modern Al-Manar Aceh Besar dalam akun Instagram.
Beasiswa BAZNAS 2023 merupakan beasiswa persiapan melanjutkan ke pendidikan tinggi yang diperuntukkan bagi para santri aktif berprestasi yang sedang menempuh pendidikan di kelas XII (3) MA/sederajat.
Laman almanar.id melansir bahwa beasiswa BAZNAS 2023 diperuntukkan bagi santri dhuafa berprestasi atau para santri yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tahun 2024.
Secara teknis, BAZNAS mengamanatkan kepada pesantren penerima untuk mengelola dana beasiswa senilai total Rp4 juta per santri itu.
“Uang tersebut tidak boleh diserahkan kepada santri, harus dikelola oleh pesantren dan sudah dibentuk panitia ustadz dan ustadzah dari wali kelas, tata usaha dan dari bidang pengajaran dan pendidikan,” ungkap keterangan resmi Al–Manar di laman resminya.
“Pesantren akan mengelola dana beasiswa santri dengan komponen di antaranya sebagai berikut: Biaya bimbingan belajar persiapan menuju perguruan tinggi, Biaya pembuatan atribut (banner/backdrop, kaos dll), Biaya pendaftaran seleksi ujian tulis (SNBT, UMPTKIN) dan Biaya Try Out, dan lain sebagainya.”
“Selanjutnya pesantren atau panitia pengelola akan melaporkan seluruh kegiatan pembelajaran dan pembinaan, status kelulusan masuk ke perguruan tinggi setiap bulan dan laporan penggunaan anggaran di akhir program,” pungkas keterangan pesantren yang beralamat di Gampong Lampermei, Kecamatan Barona Jaya, Aceh Besar. [Mohamad Deny Irawan]




















