Yogyakarta, Gontornews — Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tahun 2007 tengah bergembira karena kembali dapat bertemu kangen dalam Reuni Akbar yang digelar pada Sabtu-Ahad, 7-8 September 2024 lalu. Keceriaan dan keseruan tampak terus mewarnai setelah satu persatu peserta bertemu dengan sesama sahabat seperjuangan selama menimba ilmu di pondok dulu.
Acara spesial yakni Reuni Akbar Alumni Gontor Putri 2007 tersebut diadakan di Loman Park Hotel, Yogyakarta. Kepada Gontornews.com, Ustadzah Hasna Safarina Rasyidah, Ketua Panitia menjelaskan bahwa Yogyakarta dipilih karena selain strategis berada di tengah Pulau Jawa, alumni Gontor Putri angkatan 2007 yang berdomisili di Yogyakarta juga cukup banyak dan bersedia untuk mengurus acara kepanitiaan. Ia pun menambahkan bahwa hadir dalam kegiatan reuni ini sebanyak 196 alumni yang berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat.
“Tema yang diusung ialah, “17 Tahun Mengabdi, Bertemu Litajdiidil Ahdi,” ungkap Hasna. Pengajar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan mengampu mata kuliah Filsafat itu lantas memaparkan bahwa tema itu diangkat mengingat sejatinya hidup adalah pengabdian, baik pengabdian untuk orangtua, suami, anak-anak, masyarakat, sekolah/lembaga pendidikan, agama, dan bangsa. Analoginya, tenaga kalau sudah lama dipakai, baterainya bisa ngedrop. Maka waktu reuni seperti ini adalah momen yang tepat untuk recharging. Mengembalikan semangat juang, karena pengabdian masih panjang. “Nafas masih harus diatur untuk kembali berjuang,” tuturnya.
Pada momen berharga tersebut, panitia juga mengundang tamu spesial yakni Dr KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi MA yang pernah menjadi Wakil Pengasuh Gontor Putri dan Nyai Hj Nihayah Achwan. Dalam sambutannya, Kiai Hidayatullah berpesan, “Sejak awal kalian lulus, saya tidak pernah berkata wadaa’an, tetapi ila al-liqa’. Hari ini kita dipertemukan kembali oleh Allah.” Dilanjutkannya bahwa orang-orang di sekitar adalah tanggung jawab kita, demi izzatul islam wal Muslimin dan nanti bisa berkumpul dengan para shalihin di surganya Allah.
Sang kiai lantas menekankan bahwa iblis memang diciptakan untuk menyesatkan manusia dan eksistensinya ditangguhkan hingga hari akhir. Maka jika ada keburukan-keburukan di sekitar kalian, memang sejatinya sudah ditakdirkan begitu. “Tugas kalian hanya menabur kebaikan,” tutup putra KH Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti Pendiri Gontor tersebut. [Edithya Miranti]





















