Gontornews — Secara geografis Thailand terletak di antara benua Australia dan daratan utama Tiongkok. Tepatnya berbatasan dengan Laos dan Kamboja di sebelah timur, Myanmar dan Laut Andaman di sebelah barat, serta Malaysia di sebelah selatan. Negara ini memiliki kondisi geografis yang relatif strategis dan mudah dijangkau untuk kegiatan perdagangan maupun penyebaran agama.
Mengutip data terbaru dari World Population Review, pada tahun 2024 jumlah penduduk Thailand diperkirakan mencapai 71.657.322 orang. Adapun demografi keagamaan berdasarkan data yang dikutip dari state.gov, melaporkan bahwa jumlah penduduknya 92,5 persen beragama Budha, 5,4 persen beragama Islam, dan 1,2 persen beragama Kristen.
Keberadaan umat Islam di Thailand mendominasi di tiga provinsi wilayah selatan, yaitu Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat. Di daerah tersebut mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebagian besar penduduknya keturunan asli di Semenanjung Melayu bahkan karakteristik sosialnya pun Muslim Melayu karena memiliki budaya dan bahasa yang mirip dengan Melayu di Malaysia sehingga mereka lebih dekat dengan budaya Melayu daripada budaya Thailand pada umumnya.
Budaya Muslim di Thailand Selatan sangat dipengaruhi oleh tradisi Melayu. Hal tersebut dapat dilihat dari pakaian tradisional seperti baju kurung untuk wanita serta jubah dan sarung untuk pria. Lebih dari itu, masyarakat Muslim Thailand Selatan juga memperhatikan pakaian yang sesuai dengan syariat, bahkan apabila kedapatan warganya yang tidak berhijab akan dianggap pemeluk Budha.
Selain itu, mayoritas Muslim di Thailand Selatan dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam, dan mayoritas Muslimnya Sunni bermadzhab Syafiβi mirip dengan mayoritas Muslim di Indonesia. Mereka juga sering mengadakan praktik keagamaan seperti dzikir berjamaah, sholawat, dan nasyid sehingga tak heran banyak masjid yang tersebar di wilayah ini.
Dari aspek pendidikan, masyarakat di sana menitipkan anak-anak mereka ke madrasah atau pondok pesantren di wilayah ini. Adapun pendidikan spiritual atau keagamaan sangat ditekankan di sekolah serta banyak anak yang sudah belajar Al-Qurβan sejak dini.
Dari aspek ekonomi, mayoritas masyarakat Muslim di Thailand Selatan berprofesi di bidang pertanian, perikanan, dan perdagangan kecil. Di wilayah ini pasar-pasar tardisioanl biasanya ramai oleh pedagang Muslim yang menawarkan berbagai jenis barang, termasuk makanan halal.
Selain itu, Thailand Selatan juga dikenal sebagai wisata halal sehingga banyak wisatawan Muslim dari negara tetangga yang berkunjung seperti Malaysia, karena mudah menjumpai makanan halal dan suasana yang ramah Muslim karena ketika wisatawan berkunjung, mereka disambut dengan hangat oleh warga sekitar. Kehidupan masyarakat Muslim Thailand Selatan memang sangat memperhatikan segala aspek mulai dari budaya, makanan, gaya hidup yang menyesuaikan dengan syariat Islam.
Sebagai minoritas, masyarakat Muslim di Thailand Selatan selalu mempertahankan identitas dan tradisi mereka dengan teguh, meskipun berada di lingkungan yang memiliki budaya dan agama yang beragam. Dengan menjunjung nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta keimanan yang kokoh, mereka berhasil melestarikan warisan budaya dan keyakinan Islam yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. [Yasier/Fathurroji]






















