“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujadilah: 11)
Dalam firman-Nya di Surat Al Mujadilah Allah menegaskan bahwa Dia akan memberikan balasan yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang mau menuntut ilmu, yaitu mengangkat beberapa derajat di antara hamba-Nya yang lain.
Ilmu dalam Islam ibarat nur atau cahaya, dan cahaya tidak akan diperoleh kecuali dari hati yang bersih, yaitu orang-orang yang taat dan takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Hamba Allah yang berilmu adalah mereka yang selalu berpikir tentang segala hal, bukan hanya tentang hal duniawi saja, namun juga semua hal yang Allah ciptakan, baik yang ada di langit maupun di bumi.
Dalam sebuah Hadis Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan kefaqihan (pemahaman) agama baginya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Sebaik-baik ilmu bagi orang-orang beriman yaitu ilmu yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Ilmu yang tidak hanya memberikan kehidupan dunia yang lebih baik, namun lebih dari itu, ilmu yang dapat memberikan kehidupan akhirat yang bahagia. Karena itu, mempelajari ilmu agama jauh lebih penting karena di dalamnya mencakup seluruh aspek kehidupan.
Islam dengan limpahan ilmunya telah melahirkan para ilmuwan Muslim yang cerdas. Di antara mereka para penemu yang bahkan sampai saat ini karyanya masih terus digunakan untuk kemaslahatan manusia.
Para ilmuwan Muslim itu merupakan orang-orang yang paling dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Ilmu yang mereka peroleh dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah sehingga ilmu-ilmu tersebut benar-benar berkah dan mendapatkan ridha Allah.
Jika melihat di era sekarang ini banyak orang yang belajar atau menuntut ilmu hanya sekadar untuk mencari kehidupan duniawi saja. Mereka niatkan mencari ilmu untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Padahal, ketika seseorang telah meniatkan belajar demi menggapai ridha Allah Subhanahu Wa Ta’alla maka sesungguhnya bukan hanya kebahagiaan dunia yang akab mereka raih namun juga kebahagiaan akhirat pun akan mereka dapatkan.
Maka, sebelum belajar ilmu-ilmu dunia, sangat penting untuk terlebih dahulu mempelajari ilmu agama. Dengan demikian kehidupan dunia yang akan dijalani akan selalu berada pada jalan yang benar, bukan jalan yang sesat lagi menyesatkan.
Berapa banyak orang cerdas dan berilmu yang justru berada dalam kesesatan lantaran ilmu yang mereka dapatkan tidak diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah. Karena mementingkan kehidupan dunia maka hanya dunialah yang akan mereka dapatkan.
Selain itu, saat menuntut ilmu, seorang Muslim harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar terhindar dari kesesatan, kesombongan dan membanggakan diri.
Maka dikatakan bahwa anugerah terbesar yang Allah berikan kepada manusia yaitu akal. Dengannya manusia dapat berpikir, dengannya pula manusia dapat melihat segala tanda-tanda kebesaran Allah, sang Khaliq.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 190-191 yang artinya, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (ulul albab); (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab api neraka’.”
Wallahu a’lam bish shawab. []


















