10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Wednesday, 22 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Oleh Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso, Wakil Sekretaris LPCRPM PP Muhammadiyah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
23 January 2026
in Dirasah
0
Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Foto: Majelis Masyayikh

Saya pernah menjadi santri, belajar di pondok, dan hidup selama 24 jam selama delapan tahun di dalam lingkungan pesantren. Sejak 1980–1988, saya menjalani satu tahun di Pondok Walisongo Ngabar, enam tahun di Pondok Gontor, dan satu tahun di Pondok Daarunnajah Jakarta. Ketiga pesantren tersebut memiliki ciri pendidikan dan pengasuhan yang sama seperti Gontor.

Pondok-pondok ini menamakan dirinya sebagai pondok “modern” karena sistem pendidikannya memadukan kurikulum klasik dengan metode pengajaran modern, termasuk disiplin, cara berorganisasi, penguasaan bahasa asing, dan penekanan pada kegiatan yang terstruktur. Melalui model itu, para lulusannya diharapkan mampu menjadi pribadi Islami, terampil, dan siap menghadapi perkembangan zaman di komunitasnya nanti.

Saya ingin menyoroti satu aspek saja, yakni terkait dengan penciptaan tradisi penghormatan yang tercermin dalam relasi antara murid, guru dan kiai. Pesantren Gontor agak berbeda dengan pondok-pondok yang sering disebut sebagai pesantren salaf. Saya mendefinisikannya sebagai pengajaran di pesantren salaf biasanya menggunakan berbagai metode, antara lain sorogan (metode privat satu-satu dengan kiai), wetonan atau bandongan, yaitu pengajian secara kolektif di mana kiai membaca, sedangkan para santri menyimak, serta metode hafalan dan diskusi.

Dalam tradisi pesantren salaf memang ditanamkan budaya kekeluargaan, kebersamaan, dan sikap saling menolong di antara para santri. Bersikap hormat kepada guru, kiai, dan keluarganya adalah adab yang dijunjung tinggi. Model belajar di pesantren salaf seperti itu tidak pernah saya alami selama delapan tahun mondok di pesantren ala Gontor.

BACA JUGA

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Stigma Buruk Masyarakat terhadap Kaum Perempuan dalam Perspektif Islam

Pancasila dan Politik Identitas

Di Gontor, saya mendalami ilmu agama dalam arena pembelajaran seperti di kelas-kelas umum. Para murid duduk di bangku kelas dengan rapi, guru mengajar dengan teknik pengajaran biasa, menggunakan banyak instrumen, terkadang menghafal, atau membuka buku. Sebagian buku berbahasa Arab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga fokus belajarnya lebih menekankan pada kajian dan pemahaman. Ada ujian  enam bulanan dan tahunan untuk menentukan kenaikan kelas para santri.

Di Gontor, pola pengasuhan santri dilakukan dengan disiplin ketat, mirip sekolah kedinasan. Kapan santri harus bangun tidur, shalat Shubuh, mengaji, olahraga, sarapan, belajar di kelas, makan siang, masuk kelas lagi, olahraga sore, mandi sore, shalat Maghrib, mengaji lagi, makan malam, shalat Isya berjamaah, belajar lagi hingga pukul 22.00 malam, semua sudah terjadwal rapi. Seluruh aktivitas pondok harus berhenti pada jam itu. Para guru dan santri harus tidur hingga waktu menjelang Shubuh. Rutinitas itu berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Tidak boleh ada yang melebihi jadwal, kecuali dalam kondisi darurat yang bisa ditoleransi.

Ciri kekhasan lainnya adalah dalam hal relasi antara guru dan murid. Di pesantren ala Gontor, hubungan antara guru dan murid cukup cair dan egaliter. Saya tidak pernah mencium tangan guru atau Pak Kiai selama menjadi santri. Bahkan, saya bisa duduk di sebelah Kiai Imam Zarkasyi saat shalat Jumat. Usai shalat, saya hanya bersalaman biasa tanpa mencium tangan, lalu pergi.

Saat Pak Kiai hendak meninggalkan masjid, beliau juga akan berbaur dan melewati kerumunan para santri yang berjalan bareng menuruni tangga masjid. Bahkan ketika Pak Kiai berjalan-jalan pagi sambil berolahraga, para santri yang sedang berpapasan pun tetap melanjutkan aktivitasnya. Mereka yang sedang belajar, nongkrong, atau berolahraga pun tetap pada posisi semula, paling hanya mengucapkan salam.

Budaya semacam ini tentu tidak akan pembaca temui di pesantren salaf. Budaya penghormatan kepada para kiai dan keluarganya sangat berbeda jauh. Prinsipnya, para santri di pondok mana pun meyakini bahwa menghormati kiai adalah keniscayaan yang berlaku universal. Ajaran itu memang menjadi perintah agama. Namun, praktik penghormatan itu terwujud dalam beragam cara dan banyak dipengaruhi oleh budaya setempat.

Pondok-pondok pesantren di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara akan memiliki budaya penghormatan yang berbeda dibanding pondok pesantren di Pulau Jawa. Saya tidak akan menilai mana yang lebih baik, apalagi menakarnya dengan standar benar atau salah, atau mana yang paling sesuai dengan ajaran agama atau tidak.

Membijakkan Perbedaan

Hemat saya, belajar untuk melihat semua perbedaan yang ada di setiap pondok pesantren dengan bijaksana itu jauh lebih penting. Saya tidak perlu menilai perbedaan tersebut dengan kacamata tunggal, apalagi dilandasi dengan rasa senang atau tidak senang. Sekali lagi, yang mutlak adalah menghor mati orang lain, terlebih kepada guru dan para kiai, karena mereka telah berjasa dalam memberikan ilmu pengetahuan, membimbing para santri agar menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Meski ajaran tentang penghormatan kepada para kiai itu mutlak, tetap ada prasyarat umum yang wajib dipenuhi agar penghormatan itu bisa terwujud. Salah satunya keteladanan dalam mempraktikkan ajaran kebajikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan dalam pribadi seorang guru ataupun kiai (dan keluarganya) itu juga berlaku mutlak, melebihi mitos tentang keistimewaan para guru, kiai, serta anak cucu mereka.

Siapa pun mereka yang hidup di lingkungan pondok, apakah keturunan kiai atau bukan, jika tidak mampu memberikan keteladanan, maka mereka juga tidak akan bisa mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari para santri. Dunia pendidikan di negeri ini memang masih harus terus belajar kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Termasuk menghargai perbedaan dalam menyimpulkan suatu peristiwa, serta kearifan dalam menyikapi pandangan atau kesan orang yang berbeda dengan kita.

Tayangan televisi dan komentar para pengguna media sosial yang meliput soal tradisi relasi para santri dan kiai di sebuah pesantren telah menegaskan betapa beragamnya pandangan setiap orang atas satu objek atau peristiwa yang sama. Kedewasaan kita semua dalam menyikapi sebuah perbedaan memang betul-betul diuji.

Perbedaan cara mendidik dan mengasuh adalah keniscayaan di dalam dunia pesantren yang kaya akan ragam tradisi, sistem, dan nilai. Belajar memahaminya bukan berarti harus kehilangan prinsip, tetapi justru memperkaya perspektif dalam memandang hidup yang beragam. Pastinya, saya harus tetap berusaha merawat adab dalam melihat keberagaman cara mendidik, mengasuh, dan membangun relasi di lingkungan pesantren. Termasuk belajar menjadi lebih bijaksana dalam memahami sudut pandang orang lain yang mungkin sangat jauh berbeda dengan pandangan saya yang sudah memahami dunia pesantren.

Sebagaimana ilmu yang tak hanya perlu dipelajari, tetapi juga harus diamalkan, begitu pula dengan sikap bijaksana: ia bukan sekadar wacana, tetapi harus tumbuh dalam laku keseharian, dalam cara bersikap terhadap guru, terhadap sesama, dan terhadap mereka yang berbeda pandangan. Kemuliaan seseorang tak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi dari sejauhmana ia mampu menjaga adab dan menghargai perbedaan dengan hati yang lapang. []

Tags: GontorKiaiPesantren salafPondok Pesantren
Share9Tweet6Send
Previous Post

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia

Next Post

Global MUN UNIDA Gontor Teguhkan Diplomasi Kolektif OIC untuk Perdamaian Palestina Berkelanjutan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result