Bogor, Gontornews –Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor akhirnya statusnya berubah menjadi Universitas Islam Bogor (UIB). Peluncurannya digelar pada Sabtu (11/4/2026) di kampus UIB Bogor.
Ketua Panitia Peresmian UIB, Dr Buchori Muslim SAg, ME Sy mengatakan, persiapan acara peresmian UIB ini dilakukan selama sepuluh hari. “Alhamdulillah acara ini sukses. Tokoh-tokoh yang kami undang, dari DPR RI, DPRD, hingga Wakil Bupati, semuanya hadir,” ujar Buchori yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Buchori menyampaikan bahwa pendirian universitas ini merupakan cita-cita lama keluarga besar Ummul Quro. Menteri Pendidikan awalnya dijadwalkan hadir, namun berhalangan karena ada agenda bersama Presiden.
“Kehadiran kami bukan hanya melengkapi deretan perguruan tinggi di Bogor. Kami bercita-cita menjadi universitas terdepan yang unggul, mampu menciptakan generasi bangsa yang cerdas secara intelektual, keilmuan, dan keagamaan. Pintar dalam menguasai ilmu sekaligus berakhlak,” ungkapnya.
Ke depan, UIB akan membuka program studi umum seperti Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kedokteran, serta Dakwah. Kerjasama internasional juga disiapkan, termasuk program pertukaran pelajar dengan Mesir dan tiga negara Asia lainnya.
Buchori berharap UIB menjadi kampus unggulan di wilayah Bogor Barat yang turut memperkuat pembangunan SDM seiring pertumbuhan kawasan tersebut. “Kami akan menjadi laboratorium untuk mengawal kualitas anak bangsa sebagai calon pemimpin masa depan,” tambah pria yang juga Ketua Presidium Aliansi Masyarakat untuk Pemekaran Bogor Barat (AMUK Bobar) ini.
Sementara itu Humas Panitia Dr Faisal Rachmat, S.Psi, M.A menambahkan, pihaknya sangat bersyukur karena acara berjalan dengan lancar, meski ada beberapa kendala namun teratasi dalam pelaksanaannya.
“Sebelum kami melakukan pemetaan, mulai dari apparat desa, camat, pondok pesantren. Kami terus melakukan komunikasi karena waktu yang cukup singkat ini,” ujar pria yang juga Sekprodi Bimbingan & Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Bogor.
Faisal berharap Lembaga Pendidikan ini lebih progresif dan lebih kompeten dalam meningkatkan setiap prodi yang ada. “Kami juga akan terus meningkatkan konseling untuk masyarakat sekitar bila ada masalah,” ujar Wasekjen Aliansi Masyarakat untuk Pemekaran Bogor Barat (AMUK Bobar) ini. [Fathur]


















