Rangkasbitung, Gontornews — Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung, Dr KH Ikhwan Hadiyyin, mengatakan bahwa pondoknya memiliki sejumlah unit usaha penunjang kemandirian ekonomi pesantren. Salah satunya peternakan sapi limousin dan bebek petelur yang berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan gizi santri.
“Assalamu’alaykum, wahai bebek petelur dan sapi limousin Darel Azhar,” kata Kiai Ikhwan saat mendampingi Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondoknya, Selasa (12/5/2026).
“Mereka makhluk yang mempunyai nyawa, jadi kita harus memperlakukan mereka sebagaimana adanya,” sambungnya.
Pendekatan Kiai Ikhwan dalam mengelola peternakan milik Darel Azhar terbilang cukup unik. Ia selalu menyampaikan salam di pintu kandang, memberikan makan tepat waktu, hingga membersihkan kandang agar para hewan hidup dengan tenang.
“Sapi-sapi ini mendapatkan asupan makanan yang cukup: rumput gajah yang dicampur dengan ampas tahu. Tidak hanya itu, kandang mereka juga dibersihkan secara rutin agar mereka ‘betah’ selama berada di kandang,” tutur Kiai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
Suatu hari, Kiai Ikhwan sempat mendapatkan keluhan dari masyarakat sekitar kandang saat para sapi melenguh hanya pada hari-hari tertentu. Namun, ia menjelaskan kepada para warga bahwa lenguhan sapi itu merupakan ‘dzikir’ yang dilantunkan hewan kepada Sang Maha Pencipta.
“Suara bebek dan suara lenguhan sapi merupakan bukti bahwa mereka juga berdzikir kepada Allah SWT sebagaimana kita sebagai manusia berdzikir kepada-Nya,” tuturnya sambil menunjukkan kandang lokasi puluhan sapi berbobot sekitar 600-800 kilogram milik Darel Azhar itu.
Kiai Ikhwan menambahkan, sapi-sapi limousin yang dirawat oleh Darel Azhar diperoleh dari banyak peternak di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Pada hari-hari besar umat Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha, sapi-sapi Darel Azhar diperjualbelikan dan hasilnya untuk kemaslahatan pondok. [Mohamad Deny Irawan]























