Bogor, Gontornews — Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Leuwiliang sukses menggelar acara tahunan Insantama Special Moment (ISM) 2026 di SBS Premier Venue pada Sabtu (27/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh para orangtua siswa, guru, tokoh masyarakat, serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Leuwiliang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua K3S Leuwiliang Kabupaten Bogor, Irma Cahyani SPd, memberikan apresiasi yang tinggi kepada SDIT Insantama Leuwiliang atas berbagai prestasi yang telah diukir. Ia menilai program-program yang dijalankan oleh sekolah swasta Islam ini sangat luar biasa dan patut menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah negeri di wilayahnya.
“Kami mengadaptasi program-program Insantama ke sekolah-sekolah negeri. Sekarang, sejumlah sekolah negeri sudah mulai menerapkan program hafalan Qur’an dan shalat Dhuha,” ujar Irma dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerjasama yang erat antarinstansi pendidikan demi mendongkrak kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kecamatan Leuwiliang.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Amanah Insantama sekaligus Direktur Pelaksana SIT Insantama Leuwiliang, Ir H Ahmad Soim, memaparkan bahwa pihaknya berkomitmen membekali seluruh anak didik dengan tiga pilar kemampuan utama, yaitu: Tsaqafah Islam (Pemahaman Islam), Syakhsyiyah Islam (Kepribadian Islam), dan Ilmu Kehidupan (Life Skill).
Komitmen ini terbukti membuahkan hasil yang sangat memuaskan, baik di bidang akademik maupun keagamaan. Ahmad Soim menuturkan, nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SDIT Insantama Leuwiliang berhasil melampaui capaian rata-rata tingkat Jawa Barat dan Nasional.
| Mata Pelajaran | Rata-Rata SDIT Insantama | Rata-Rata Jawa Barat | Rata-Rata Nasional | Nilai Tertinggi Siswa |
| Matematika | 47,65 | 43,47 | 43,41 | 86,67 |
| Bahasa Indonesia | 71,08 | 60,22 | 60,14 | 93,33 |
“Semoga ke depan nilai-nilai ini bisa jauh lebih bagus lagi,” harap Ahmad Soim optimis.
Tidak hanya unggul dalam angka akademik, prestasi religius siswa juga sangat membanggakan. Pada tahun kelulusan ini, tercatat ada siswa yang telah berhasil menghafal hingga 10 juz Al-Qur’an. “Anak-anak yang sungguh luar biasa,” puji Ahmad Soim bangga.
Ia juga menambahkan bahwa tren positif ini dipastikan terus berlanjut, di mana pada tahun ajaran baru mendatang, sudah ada 105 siswa yang siap masuk dan mengikuti program tahfidz Al-Qur’an di SIT Insantama Leuwiliang. []




















