Bogor, Gontornews β Dalam upaya meningkatkan budaya kerja produktif tenaga pendidik serta membantu peserta didik menemukan minat, bakat, dan arah masa depannya, Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung, Kabupaten Bogor, menggelar sosialisasi Pemetaan SDM dan Pengembangan Potensi Minat & Bakat Santri. Kegiatan berlangsung Kamis (23/7/2026) dengan menghadirkan praktisi sekaligus konsultan pemetaan lembaga pendidikan Islam, Dr Awaluddin Faj MPd.
Acara ini diikuti oleh jajaran pimpinan pesantren, pimpinan lembaga, hingga para ustadz dan ustadzah pendidik dari jenjang TKIT, SDIT, SMPIT, hingga TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah).
Wakil Pimpinan Non-Akademik Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung mengatakan bahwa kegiatan pemetaan SDM unggul ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk merancang masa depan, sehingga ke depannya semua program pesantren bisa tercapai sesuai dengan visi dan misi pesantren.
βMelalui program Primagen Genetic Mapping, pemetaan ini ditujukan untuk menganalisis kemampuan SDM pengajar sekaligus manfaat bagi seluruh santri dan santriwati, mulai dari minat, bakat, IQ, EQ, Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences), gaya belajar, hingga motivasi alami santri,β ungkap Ustadz Averus.
Dalam paparan materinya, Dr Awaluddin Faj menegaskan bahwa di era pendidikan yang kian dinamis, pemetaan potensi berbasis sidik jari bukan lagi sekadar formalitas tahunan.
“Tes minat dan bakat merupakan langkah krusial dalam merancang strategi belajar yang tepat, menentukan jurusan sekolah atau perguruan tinggi, hingga merencanakan karier masa depan anak. Ini instrumen eksplorasi diri yang sangat objektif,” ujar doktor alumni UIKA Bogor itu.
Mengakhiri sesi sosialisasi, Awaluddin Faj menekankan bahwa pola sidik jari merupakan salah satu tanda kebesaran Sang Pencipta yang patut disyukuri dan dimanfaatkan secara optimal.
“Sidik jari bukan sekadar guratan kulit. Ia bukti kekuasaan Allah SWT dan tanda keunikan setiap individu. Dengan memahami garis biometrik ini, kita tidak hanya semakin yakin pada keagungan Allah, tetapi juga bisa berkolaborasi untuk membangun generasi santri yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. []





















